Pemprov Sulbar Dorong Festival Penyu Mampie Masuk Kalender Event Nasional

Mardianto
25 Jun 2026 14:33
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Polman – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mendorong Festival Penyu Mampie masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN), kalender event nasional yang dikelola Kementerian Pariwisata RI. Dukungan tersebut disampaikan saat pembukaan Festival Penyu Mampie 2026 di kawasan Rumah Penyu Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (24/6/2026).

Festival yang mengusung tema “Menjaga Jejak, Mewariskan Samudera” itu dibuka oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sulawesi Barat, Bau Akram, yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Barat.

Dalam sambutannya, Bau Akram mengapresiasi konsistensi Komunitas Sahabat Penyu dalam melakukan pelestarian penyu dan ekosistem pesisir di kawasan Mampie. Menurutnya, kegiatan yang digagas Founder Sahabat Penyu, Muh. Yusri, telah berkembang menjadi salah satu agenda lingkungan yang memberikan dampak positif bagi konservasi, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sangat mengapresiasi dedikasi dan kerja-kerja konservasi yang dilakukan oleh Sahabat Penyu. Festival ini bukan hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media edukasi dan kampanye lingkungan yang sangat penting,” kata Bau Akram.

Ia menilai Festival Penyu Mampie memiliki nilai konservasi yang kuat serta dampak sosial yang luas sehingga layak mendapat dukungan lebih besar di tingkat nasional.

“Melihat konsistensi penyelenggaraan, dampak sosial, serta nilai konservasi yang diusung, kami akan mengusulkan Festival Penyu Mampie untuk masuk dalam Karisma Event Nusantara. Ini merupakan potensi besar yang perlu mendapat dukungan lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, Founder Sahabat Penyu, Muh. Yusri, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan seluruh pihak yang selama ini mendukung pelaksanaan festival tersebut.

Menurut Yusri, Festival Penyu Mampie tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi merupakan gerakan bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian penyu dan ekosistem laut.

“Tema tahun ini, Menjaga Jejak, Mewariskan Samudera, mengandung makna bahwa apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan masa depan laut kita. Melalui festival ini, kami ingin mengajak semua pihak untuk ikut menjaga jejak konservasi dan mewariskan laut yang sehat kepada anak cucu kita,” kata Yusri.

Festival Penyu Mampie 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, di antaranya edukasi konservasi, aksi bersih pantai, pelepasan tukik, kemah konservasi, lomba-lomba, pameran UMKM, hingga hiburan rakyat.

Selain memperkuat kampanye pelestarian lingkungan, festival tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir di kawasan Mampie.

Sejak beberapa tahun terakhir, Pantai Mampie dikenal sebagai salah satu lokasi konservasi penyu di Sulawesi Barat. Kawasan ini menjadi habitat penting bagi beberapa jenis penyu yang rutin bertelur di pesisir pantai, sekaligus menjadi destinasi wisata edukasi berbasis konservasi yang terus berkembang di Kabupaten Polewali Mandar.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page