Menembus Medan Sulit Demi Akses Hidup, Jalan Lenggo Mulai Dibangun

Tamrin Labasa
18 Feb 2026 12:30
3 menit membaca

Kabareditorial.com, Polewali Mandar — Jalan terjal berbatu, tanjakan curam, lereng licin, dan hutan lebat menjadi saksi perjalanan puluhan wartawan menuju lokasi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1402/Polman di ruas Bulo–Lenggo, Selasa (17/2/2026).

Kehadiran para wartawan bersama anggota DPR RI Komisi IV, Ajbar Abdul Kadir, bertujuan melihat langsung kondisi jalan menuju Desa Lenggo yang selama ini viral di media. Warga di wilayah tersebut kerap harus ditandu saat membutuhkan layanan kesehatan atau ketika ibu hendak melahirkan.

Akses yang selama ini sulit dilalui kendaraan kini mulai berubah. Jalur yang dahulu hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki kini tengah dikebut pengerjaannya melalui pembangunan rabat beton sepanjang 500 meter.

Sekitar 400 kepala keluarga atau kurang lebih 2.000 jiwa warga Lenggo menggantungkan harapan pada terbukanya akses tersebut. Potret perjuangan warga yang kerap tersebar di media nasional dan platform digital itulah yang mendorong perhatian publik sekaligus menghadirkan program TMMD di wilayah ini.

Kehadiran insan pers di lokasi menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Dansatgas TMMD ke-127 Kodim 1402/Polman, Letkol Inf Ikhwan Arifin, mengaku terkejut sekaligus mengapresiasi kedatangan para wartawan yang menempuh medan sulit demi melihat langsung kondisi lapangan.

“Terima kasih atas kehadiran rekan-rekan wartawan yang datang langsung dan meliput kegiatan TMMD serta melihat kondisi sebenarnya di lapangan. Medannya cukup berat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, medan yang ditempuh wartawan merupakan gambaran keseharian masyarakat Lenggo sebelum adanya pembangunan jalan tersebut.

“Kurang lebih 400 KK dengan sekitar 2.000 jiwa selama ini menghadapi kondisi seperti ini. Banyak yang viral karena akses kesehatan dan ekonomi sangat terbatas,” katanya.

Menurutnya, kehadiran media menjadi bukti komitmen insan pers dalam mengambil peran strategis menyukseskan TMMD, tidak hanya sebagai peliput, tetapi juga sebagai jembatan informasi antara masyarakat dan pemerintah.

Salah satu wartawan, Huzair Zaenal, mengaku takjub melihat semangat gotong royong antara satgas TMMD dan warga.

“Sebagai wartawan tentu kami ingin menyampaikan informasi yang utuh kepada masyarakat Indonesia tentang pelaksanaan TMMD ini. Medannya memang berat, tetapi progresnya terlihat signifikan,” ujarnya.

Ia menilai, kerja bersama antara TNI dan masyarakat menunjukkan bahwa pembangunan di wilayah terpencil membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk media sebagai pengawal informasi publik.

Kunjungan wartawan tersebut juga bertepatan dengan kegiatan tasyakuran dan doa bersama menyambut bulan suci Ramadan. Wartawan, anggota satgas, dan masyarakat duduk bersama menikmati hidangan sederhana di tengah lokasi pekerjaan.

Di tengah aroma tanah basah dan adukan semen, kebersamaan itu menjadi simbol bahwa TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga membangun optimisme dan kepedulian bersama.

TMMD ke-127 di Desa Bulo membuktikan bahwa ketika TNI, pemerintah, masyarakat, dan media bergerak bersama, keterisolasian bukan lagi cerita lama, melainkan awal perubahan menuju akses yang lebih layak dan kehidupan yang lebih baik.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page