Menbud Fadli Zon Bidik Panggung Dunia, Musik Indonesia Timur Punya Peluang Besar

Mardianto
27 Okt 2026 21:05
News 0
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong musik Indonesia memperluas jangkauan ke pasar internasional. Menurutnya, kekayaan budaya dan keberagaman musik Tanah Air menjadi modal untuk bersaing di panggung dunia.

Fadli menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards di Hotel Claro Makassar, Selasa (27/10/2026). Ia berharap ajang penghargaan musik nasional itu tidak hanya menjadi wadah apresiasi, tetapi juga memperkuat ekosistem industri musik Indonesia.

“AMI Awards ini sudah 29 tahun, sejak tahun 1997. Ini merupakan satu anugerah musik Indonesia yang mungkin terbesar dan bergengsi, kalau di dunia mungkin seperti Grammy Awards, versi Indonesianya,” ujar Fadli.

Menurut Fadli, musik memiliki peran penting dalam pemajuan kebudayaan. Indonesia dengan keberagaman suku dan tradisi dari Sabang sampai Merauke memiliki kekayaan ekspresi musikal yang berpotensi dikembangkan sebagai kekuatan budaya di tingkat global.

Ia menilai, perkembangan musik Indonesia juga menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan dinamika zaman. Di tengah pengaruh musik dari berbagai negara, karya-karya lokal tetap tumbuh dan memiliki karakter tersendiri.

Salah satu perkembangan yang disorot Fadli ialah semakin luasnya perhatian terhadap musik Indonesia Timur. Lagu seperti Tabola Bale, Stecu-Stecu, dan Veronica menjadi contoh karya yang mendapat penerimaan luas dari masyarakat.

“Genre itu juga dinamis tergantung perkembangan zaman,” katanya.

Fadli turut mengapresiasi AMI Awards yang memberikan ruang bagi musik Indonesia Timur melalui Pesta Timur. Menurutnya, pengakuan terhadap musik dari berbagai daerah penting untuk memperluas kesempatan musisi lokal dalam mengembangkan karya dan menjangkau pendengar yang lebih luas.

Meski demikian, ia menilai tantangan industri musik Indonesia berikutnya adalah memperluas pasar di luar negeri. Persaingan dengan musik dari negara-negara Barat, Korea, dan India menuntut ekosistem musik nasional terus berkembang agar karya musisi Indonesia dapat menjangkau pendengar internasional.

Pemerintah, kata Fadli, turut mendorong pengembangan talenta melalui Manajemen Talenta Nasional (MTN). Program tersebut mencakup penjaringan bakat, pembinaan, peningkatan kapasitas, hingga pengakuan di tingkat internasional.

“Kita juga mendukung teman-teman musisi untuk tampil membawa nama Indonesia di pentas internasional,” ujarnya.

Ia menegaskan, upaya memperluas pasar musik Indonesia membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah perlu bekerja bersama pelaku industri, sektor swasta, dan sponsor untuk memperkuat dukungan terhadap musisi serta profesi lain yang menopang ekosistem musik.

Fadli berharap AMI Awards dapat terus menjadi pemicu lahirnya penyanyi, pencipta lagu, penata musik, dan talenta kreatif lainnya. Dengan ekosistem yang semakin kuat, musik Indonesia diharapkan tidak hanya berjaya di pasar domestik, tetapi juga memiliki jangkauan lebih luas di tingkat internasional.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page