Malam ke-7 Wafatnya Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga, Bupati Polman Komitmen Jadikan Almarhum Panutan Kepemimpinan

Mardianto
8 Feb 2026 10:10
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Polman — Suasana khidmat menyelimuti kediaman Syarifah Tanri Ampa di Kecamatan Mapilli, Sabtu malam (7/2/2026), saat ratusan undangan menghadiri Tahlilan dan Doa Bersama pada malam ke-7 wafatnya tokoh besar Sulawesi Barat, Almarhum Mayor Jenderal TNI (Purn) Salim S. Mengga.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, bersama keluarga besar almarhum. Turut hadir Anggota DPRD Sulawesi Barat Ary Iftikhar Umar Shihab (Koje), Rektor Universitas Islam DDI AGH Abd Rahman Ambo Dalle Prof. Dr. H. Anwar Sewang, M.Pd., serta sejumlah tokoh agama, akademisi, dan masyarakat lintas sektor.

Sosok Paripurna Manusia Mandar

Dalam sambutannya, Bupati H. Samsul Mahmud menyampaikan duka mendalam sekaligus rasa hormat atas dedikasi dan keteladanan almarhum yang dinilainya sebagai representasi manusia Mandar yang paripurna.

“Beliau adalah cermin bagi kita semua. Sebagai Jenderal Bintang Dua, almarhum menunjukkan integritas dan kedisiplinan militer yang religius, sipappas loa anna’a li’ana. Sebagai mantan Wakil Gubernur dan politisi, beliau membuktikan bahwa kekuasaan adalah alat untuk menebar manfaat,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan komitmennya menjadikan nilai-nilai perjuangan almarhum sebagai rujukan utama dalam kepemimpinannya, khususnya kejujuran (tongang pau) dan harga diri (siri’) sebagai kompas dalam setiap kebijakan pemerintahan di Polewali Mandar.

Testimoni Keluarga: Kedermawanan dalam Diam

Mewakili keluarga besar, Ary Iftikhar Umar Shihab menyampaikan kesaksian menyentuh tentang sisi personal almarhum. Di balik ketegasan dan disiplin militernya, Salim S. Mengga dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan.

“Beliau mengajarkan kami bahwa tangan kanan memberi, tangan kiri tidak perlu tahu. Almarhum sangat ringan tangan membantu sesama tanpa perlu publikasi. Semangat berbagi dan kepedulian sosial itulah warisan paling berharga bagi keluarga yang ditinggalkan,” ungkap Ary.

Kepemimpinan yang Berakar pada Iman

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Polewali Mandar, Dr. Aco Musaddad HM, dalam ceramah takziah menekankan bahwa warisan terbesar almarhum bukan semata jabatan, melainkan karakter dan amal jariyah.

Menurutnya, almarhum berhasil memadukan ketegasan seorang perwira tinggi TNI dengan keteduhan seorang ulama, membuktikan bahwa pemimpin yang kuat tetap mampu mencintai dan melayani rakyatnya dengan ketulusan.

Acara diawali dengan salat Isya berjamaah, dilanjutkan tahlilan, zikir, serta doa bersama yang dipimpin para ulama dari Rabithah Alawiyah Cabang Polewali Mandar. Kehadiran ratusan masyarakat dari berbagai lapisan menjadi bukti nyata besarnya pengaruh dan kecintaan rakyat terhadap sosok Salim S. Mengga, yang dikenal sebagai pelita bagi Tanah Mandar.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x