

JAKARTA – Kredit buy now pay later (BNPL) yang disalurkan perbankan masih tumbuh tinggi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat baki debet kredit BNPL mencapai Rp31,56 triliun pada Juli 2026.
Nilai tersebut tumbuh 31,22 persen secara tahunan, meskipun melambat dibandingkan pertumbuhan Juni 2026 yang mencapai 33,54 persen.
Berdasarkan data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), porsi kredit BNPL setara 0,35 persen dari total kredit perbankan.
Jumlah rekening BNPL juga terus bertambah. Hingga Juli 2026, rekening kredit BNPL tercatat mencapai 33,50 juta, meningkat dibandingkan Juni 2026 sebanyak 32,77 juta rekening.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan layanan pembiayaan dengan skema beli sekarang bayar nanti masih memiliki aktivitas yang tinggi di tengah masyarakat.
OJK terus memantau perkembangan kredit BNPL sebagai bagian dari pengawasan terhadap kualitas penyaluran kredit dan profil risiko perbankan.
Masyarakat juga perlu memperhatikan kemampuan membayar sebelum memanfaatkan fasilitas kredit agar penggunaan layanan tersebut tidak menimbulkan beban keuangan berlebihan.


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar