

Kabareditorial.com, Polman — Sejumlah mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Polewali Mandar mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Selasa (6/10/2026). Massa mahasiswa bahkan bergerak hingga ke lantai dua dan mendatangi ruang Ketua DPRD Polman, Fahry Fadly.
Aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa terkait persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang masih terjadi di sejumlah wilayah Polewali Mandar. HMI juga menyoroti maraknya penjualan BBM secara eceran dengan harga yang dinilai tidak wajar.
Sebelum menuju lantai dua, massa HMI terlebih dahulu menyampaikan orasi di depan Gedung DPRD Polman. Aksi tersebut mendapat pengawalan dari aparat kepolisian Polres Polewali Mandar.
Usai berorasi, sejumlah mahasiswa kemudian bergerak masuk ke gedung DPRD dan menuju ruang Ketua DPRD Polman. Saat didatangi mahasiswa, ruangan tersebut dalam kondisi terkunci karena Fahry Fadly tengah mengikuti rapat di ruangan lain.
Massa kemudian menyampaikan orasi di depan ruangan Ketua DPRD. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan agar DPRD menjalankan fungsi pengawasan dan mendorong pemerintah daerah serta pihak terkait segera mencari solusi atas persoalan distribusi BBM bersubsidi.
Persoalan tersebut sebelumnya juga telah menjadi perhatian DPRD Polman. Pada 6 Oktober 2026, DPRD menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama HMI dan sejumlah pihak terkait untuk membahas persoalan BBM dan LPG 3 kilogram.
Tak lama kemudian, Ketua DPRD Polman Fahry Fadly menemui massa mahasiswa. Ia mempertanyakan maksud kedatangan mahasiswa ke ruangannya sekaligus meminta agar penyampaian aspirasi dilakukan melalui mekanisme yang telah disediakan DPRD.
“Kalau ada yang mau disampaikan, kan ada tempatnya di ruang aspirasi. Jangan ke sini,” kata Fahry kepada mahasiswa.
Fahry mengaku menyayangkan tindakan mahasiswa yang mendatangi ruangannya hingga mendorong pintu. Menurutnya, DPRD selama ini terbuka menerima mahasiswa maupun masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi.
“Sikap yang diperlihatkan sangat disayangkan. Selama ini kami selalu menerima dengan baik setiap ada adik-adik yang mau menyampaikan aspirasi. Perjuangan adik-adik untuk kepentingan masyarakat banyak harus diapresiasi dan didukung,” ujarnya.
Ia menegaskan, mahasiswa tetap dipersilakan menyampaikan aspirasi, termasuk jika ingin diterima langsung di ruangannya. Namun, ia meminta proses tersebut dilakukan dengan cara yang tertib.
“Saya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Polewali Mandar, silakan kalau adik-adik mau menyampaikan aspirasi. Terserah adik-adik mau diterima di ruangan saya, boleh. Tapi jangan didorong-dorong pintunya,” tegas Fahry.
Fahry juga mengingatkan mahasiswa HMI untuk menjaga hubungan baik dan mengedepankan nilai-nilai persaudaraan dalam menyampaikan kritik kepada lembaga legislatif.
“Saya kira ini adik-adik, ini adalah HMI. Pak wakil ketua juga adalah HMI, saya juga ini. Mari kita sipakatau, sipakalebbi,” tuturnya.
Sementara itu, dalam RDP yang berlangsung di ruang aspirasi DPRD Polman, persoalan BBM bersubsidi kembali dibahas bersama pemerintah daerah dan pihak terkait. DPRD menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa, termasuk membuka opsi pemantauan langsung kondisi distribusi BBM di lapangan.
Aksi HMI tersebut menjadi bagian dari sorotan terhadap persoalan distribusi BBM bersubsidi di Polewali Mandar, yang hingga kini masih memunculkan antrean di sejumlah SPBU serta keluhan masyarakat terkait harga BBM di tingkat pengecer.
Saya memilih judul “HMI Geruduk Ruang Ketua DPRD Polman, Soroti Kelangkaan BBM Bersubsidi” karena tetap kuat secara jurnalistik, tetapi tidak melebih-lebihkan atau menghakimi aksi mahasiswa.


Tidak ada komentar