

Kabareditorial.com, Makassar — Penguatan ekosistem kewirausahaan digital bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi fokus utama orasi ilmiah Prof. Dr. Hasanuddin Remmang, S.E., M.Si. saat dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi Pembangunan dengan kepakaran kewirausahaan di Universitas Bosowa, Selasa (31/3/2026).
Dalam Sidang Terbuka Senat yang berlangsung di Gedung Balai Sidang 45 Universitas Bosowa itu, Hasanuddin menegaskan bahwa transformasi digital menjadi faktor kunci agar UMKM mampu bertahan sekaligus bersaing dalam struktur ekonomi modern.
Melalui orasi berjudul “Teknologi Kewirausahaan di Era Bisnis Digital Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Industri Sutra: Peran Ekosistem dan Kolaborasi,” ia menyoroti perubahan mendasar dalam praktik kewirausahaan akibat perkembangan teknologi.
“Teknologi digital mengubah cara UMKM memproduksi, memasarkan, hingga membangun relasi dengan konsumen. Industri yang sebelumnya berjalan secara tradisional, seperti industri sutra, kini menghadapi tuntutan transformasi berbasis teknologi,” kata Hasanuddin.
Menurutnya, konsep kewirausahaan modern tidak lagi hanya berbicara tentang membuka usaha, tetapi juga keberanian mengambil risiko serta kemampuan menciptakan nilai tambah melalui inovasi. Dalam konteks ekonomi digital, inovasi tersebut bertumpu pada integrasi teknologi seperti internet, e-commerce, kecerdasan buatan (AI), hingga Internet of Things (IoT) dalam model bisnis.
Hasanuddin menjelaskan bahwa digitalisasi UMKM merupakan proses transformasi dari sistem operasional konvensional menuju sistem berbasis teknologi. Perubahan itu mencakup penggunaan pemasaran digital, sistem pembayaran elektronik, hingga pemanfaatan platform daring untuk memperluas jangkauan pasar.
“Digitalisasi memungkinkan UMKM meningkatkan efisiensi operasional, memperluas akses pasar, dan memperkuat interaksi dengan pelanggan melalui media sosial maupun aplikasi digital,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa adopsi teknologi juga berdampak pada peningkatan daya tahan usaha, termasuk dalam pengelolaan stok, peningkatan penjualan, serta efisiensi rantai produksi.
Meski demikian, ia menilai tingkat pemanfaatan teknologi digital oleh pelaku UMKM di Indonesia masih relatif rendah. Padahal sektor ini memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Data menunjukkan UMKM menyumbang sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap lebih dari 97 persen tenaga kerja nasional. Namun, keterbatasan literasi digital, akses modal, serta dukungan teknologi masih menjadi hambatan utama.
Karena itu, Hasanuddin menekankan pentingnya pembangunan ekosistem kewirausahaan digital yang melibatkan berbagai pihak. Dalam perspektifnya, ekosistem yang kuat harus menghadirkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan komunitas bisnis.
“Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperluas akses pembiayaan, pendampingan teknologi, serta memperkuat daya saing produk UMKM di pasar yang semakin terbuka,” katanya.
Ia juga mencontohkan potensi industri sutra sebagai bagian dari ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Melalui digitalisasi dan kolaborasi pemasaran, industri tersebut dapat meningkatkan nilai ekonomi sekaligus menjaga identitas produk tradisional.
Pengukuhan Hasanuddin menambah jumlah guru besar Universitas Bosowa di bidang ekonomi pembangunan dan kewirausahaan. Kehadirannya diharapkan memperkuat riset serta pengembangan kebijakan ekonomi berbasis inovasi yang relevan dengan dinamika ekonomi digital.
Rektor Universitas Bosowa Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si. menyebut penguatan bidang kewirausahaan menjadi penting di tengah perubahan struktur ekonomi global yang semakin dipengaruhi teknologi.
“Keilmuan kewirausahaan yang berbasis riset sangat dibutuhkan untuk mendorong lahirnya model usaha yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.
Melalui pengembangan kewirausahaan digital, perguruan tinggi dinilai dapat berperan tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai penggerak transformasi ekonomi berbasis pengetahuan dan inovasi.


Tidak ada komentar