Dari THRIVE Goes to Unhas, Telkomsel Ungkap Talenta yang Dicari di Era AI: Bukan Sekadar Jago Prompting

Mardianto
23 Sep 2026 01:06
3 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Di tengah semakin luasnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) di dunia kerja, Telkomsel mengungkap kompetensi yang dinilai penting bagi talenta muda untuk menghadapi perubahan industri.

Kemampuan menggunakan AI, termasuk membuat prompt, dinilai belum cukup tanpa pemahaman terhadap konten, konteks, karakter dan kemampuan membangun portofolio nyata.

Hal tersebut disampaikan dalam Career Talkshow bertema “Teknologi Terus Bertumbuh: Jalan Karir Seperti Apa yang Harus Kita Tempuh?” yang digelar Telkomsel melalui program THRIVE Goes to Universitas Hasanuddin di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Universitas Hasanuddin, Makassar, Selasa (22/9/2026).

Sesi tersebut menghadirkan praktisi Telkomsel yang membahas perubahan peran AI dari sekadar alat bantu menjadi bagian dari proses kerja, kompetensi yang perlu dikembangkan talenta muda serta pentingnya membangun resiliensi karier di tengah jalur profesional yang semakin dinamis.

Vice President People Development and Management Telkomsel, Dudun Abdul Falah Sidiq, mengatakan perkembangan AI membuat kemampuan teknis tertentu semakin mudah diakses. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki keunggulan yang tidak hanya bertumpu pada kemampuan menggunakan teknologi.

“Di era AI saat ini, semua orang bisa membuat prompt yang bagus, namun yang kami cari adalah orang yang genuine memahami konten dan konteks, yakni sesuatu yang tidak bisa digantikan sekadar dengan prompting yang jago,” ujar Dudun.

Menurutnya, pekerjaan yang mengandalkan kemampuan humanis dan aspek yang sulit diotomatisasi berpotensi semakin membutuhkan sumber daya manusia seiring perkembangan teknologi.

“Pekerjaan berbasis sisi humanis, yang sulit tergantikan otomatisasi, justru diproyeksikan makin dibutuhkan seiring banyak pekerjaan lama tergerus AI,” katanya.

Dudun juga mendorong mahasiswa mulai membangun rekam jejak melalui pengalaman dan proyek nyata yang dapat menunjukkan kemampuan mereka.

“Bagi mahasiswa, ini berarti bahwa mereka harus mempunyai karakter, value, dan portofolio nyata, proyek yang bisa mereka ceritakan sendiri, baik di CV maupun saat wawancara,” lanjutnya.

Perkuat Akses Talenta Indonesia Timur

THRIVE merupakan bagian dari komitmen Telkomsel dalam memberdayakan generasi muda dan membangun talenta masa depan yang siap menghadapi dinamika dunia kerja.

Melalui program tersebut, Telkomsel mendorong pandangan bahwa potensi talenta dapat berasal dari berbagai daerah. Perspektif, pengalaman dan pemahaman terhadap konteks lokal menjadi bagian dari kekuatan yang dapat dikembangkan oleh generasi muda.

Kehadiran THRIVE di Universitas Hasanuddin juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan mahasiswa di kawasan Indonesia Timur dengan wawasan industri dan perkembangan teknologi, sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengenal berbagai peluang pengembangan karier.

Dalam kesempatan tersebut, Telkomsel dan Universitas Hasanuddin juga menandatangani perjanjian kerja sama program studi independen bagi mahasiswa.

Kolaborasi tersebut mencakup sejumlah program, di antaranya Virtual Internship (Virtuship) serta penyediaan Paket DPI (Domain Private Internet) untuk mendukung akses terhadap aplikasi internal.

Direktur Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Suhasman, S.Hut., M.Si., mengapresiasi kolaborasi tersebut karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh perspektif langsung mengenai perkembangan industri dan dunia kerja.

“Kami mengapresiasi kolaborasi bersama Telkomsel yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan wawasan langsung mengenai perkembangan industri, teknologi, dan dinamika dunia kerja,” ujar Suhasman.

Menurutnya, interaksi langsung dengan industri penting untuk memperluas wawasan mahasiswa sekaligus mendorong mereka mengembangkan kompetensi yang relevan.

“Hal ini penting untuk memperluas pandangan mahasiswa sekaligus mendorong mereka untuk terus mengembangkan kompetensi, kemampuan komunikasi, dan kolaborasi agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja di masa depan,” tambahnya.

Melalui THRIVE, Telkomsel berkomitmen membangun dan memberdayakan talenta muda di berbagai wilayah Indonesia dengan membuka akses bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

Program tersebut juga diarahkan untuk menghadirkan pengalaman, wawasan dan peluang pengembangan yang dapat memberikan dampak langsung bagi mahasiswa maupun perguruan tinggi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x