

Ruangredaksi.com, Polman — Perum Bulog Kantor Cabang Polewali Mandar (Polman) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung stabilitas ekonomi dan ketersediaan pakan ternak di wilayah kerjanya.
Melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung, Bulog Polman mencatat realisasi penyaluran yang signifikan bagi para peternak mikro sepanjang tahun 2026.
Hingga saat ini, penyaluran SPHP Jagung di wilayah kerja Bulog Polman telah mencapai 558.350 kilogram (558,35 ton) atau sekitar 78 persen dari total target tahunan sebesar 715.100 kilogram (715,1 ton).
Pimpinan Cabang Perum Bulog Polman, Hadir Alamsyah, menegaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk melindungi peternak berskala kecil dari gejolak harga pakan di pasaran. Pada tahun 2026, tercatat sebanyak 58 peternak mikro terdata sebagai target sasaran penerima manfaat.
“Fokus utama kami adalah menjaga keterjangkauan harga pakan agar para peternak mikro tetap bisa bertahan dan berproduksi dengan tenang. Dengan intervensi SPHP Jagung ini, kami ingin memastikan rantai pasok pakan ternak di daerah tetap stabil dan terhindar dari lonjakan harga yang memberatkan,” kata Hadir dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (5/10/2026).
Ia menambahkan, intervensi pasokan jagung yang terjangkau dan berkualitas sangat krusial dalam menekan biaya operasional peternak, yang mayoritas mengelola usaha peternakan unggas skala kecil.
“Biaya pakan itu porsinya paling besar dalam usaha peternakan. Jika pakan mahal, peternak kecil yang paling pertama terdampak. Oleh karena itu, 58 peternak mikro yang menjadi target sasaran kami pastikan mendapatkan haknya secara tepat jumlah dan tepat harga,” tambahnya.
Pihak Perum Bulog Polman optimistis sisa target penyaluran sebesar 156,7 ton akan rampung tepat waktu. Langkah ini akan ditempuh melalui sinergi berkelanjutan bersama dinas pertanian dan peternakan setempat serta pemantauan kebutuhan peternak secara berkala di lapangan.


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar