Aset Perbankan Syariah di Sulsel Tumbuh 12,10 Persen Posisi Januari 2024

Kabareditorial.com, Makassar — Kinerja Industri Jasa Keuangan (IJK) di Sulawesi Selatan pada posisi Januari 2024 stabil dan menunjukkan pertumbuhan positif. Kinerja itu didukung dengan fungsi intermediasi yang tinggi dan tingkat risiko yang tetap terjaga.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Darwisman mengatakan performa positif IJK itu tidak hanya datang dari sektor perbankan, tetapi juga Kredit Usaha Mikro, Pasar Modal hingga Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

“Sudah saya jelaskan tadi yah, jadi tumbuh positif. Tidak ada hal yang terlalu mengkhawatirkan. Baik dari perbankan, pasar modal maupun IKNB yah,” kata Darwisman disela-sela Journalist Update di Makassar, Selasa (26/03/2024).

Khusus sektor perbankan, perbankan syariah turut menunjukkan pertumbuhan yang positif pada posisi Januari 2024.

Hal ini tercermin dari aset perbankan syariah yang tumbuh sebesar 12,10 persen yoy menjadi Rp13,93 triliun, dengan penghimpunan DPK yang tumbuh sangat tinggi 18,44 persen yoy menjadi Rp10,09 triliun, dan penyaluran pembiayaan yang juga tumbuh double digit sebesar 13,90 persen yoy menjadi Rp11,93 triliun.

“Tingkat intermediasi perbankan Syariah juga berada pada level tinggi 118,18 persen dengan tingkat NPL pada level aman 2,53 persen,” kata Darwisman.

Secara umum, total aset perbankan di Sulawesi Selatan posisi Januari 2024 tumbuh 10,03 persen yoy dengan nominal mencapai Rp189,76 triliun.

“Terdiri dari aset Bank Umum Rp186,11 triliun dan aset BPR Rp3,65 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 10,12 persen yoy dengan nominal mencapai Rp126,85 triliun,” jelas Darwisman.

Adapun kredit yang disalurkan tumbuh tinggi sebesar 13,26 persen yoy dengan nominal mencapai Rp156,69 triliun.

Kinerja intermediasi perbankan Sulsel terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 123,52 persen dan tingkat rasio kredit bermasalah berada di level aman 3,04 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *