Bupati Polman Samsul Mahmud Ziarah ke Makam Ulama To Salama di Pulau Salama

Tamrin Labasa
25 Sep 2026 03:03
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Polman — Bupati Polewali Mandar (Polman), H. Samsul Mahmud, melakukan ziarah ke makam ulama Syekh Abdul Rahim Kamaluddin atau yang dikenal masyarakat dengan sebutan To Salama, di Pulau Salama, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Senin (21/9/2026).

Ziarah tersebut berlangsung khidmat. Bupati bersama rombongan mengunjungi makam To Salama yang berada di Kelurahan Ammassangan, Pulau Salama, salah satu wilayah terluar yang memiliki nilai sejarah dan keagamaan bagi masyarakat setempat.

Di kompleks makam ulama tersebut, Bupati Samsul Mahmud bersama rombongan memanjatkan doa dan mengenang perjuangan Syekh Abdul Rahim Kamaluddin dalam penyebaran nilai-nilai Islam di wilayah Polewali Mandar.

Makam Syekh Abdul Rahim Kamaluddin tercatat dalam dokumen Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar sebagai salah satu situs sejarah dan cagar budaya daerah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat.

Samsul Mahmud mengatakan, ziarah tersebut menjadi momentum untuk menghormati jasa para ulama yang telah memberikan kontribusi besar dalam membangun kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat Polewali Mandar.

“Ziarah ini menjadi momentum bagi kita untuk mengenang dan menghormati jasa para ulama yang telah memberikan kontribusi besar dalam menyebarkan nilai-nilai agama Islam dan membangun kehidupan masyarakat,” ujar Samsul Mahmud.

Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan para ulama harus terus dijaga, terutama keteladanan, persaudaraan, serta kecintaan terhadap daerah.

“Apa yang telah diwariskan para ulama hendaknya terus kita jaga, terutama nilai keteladanan, persaudaraan, dan kecintaan terhadap daerah,” katanya.

Bupati Polman menilai keberadaan makam para ulama tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah dan identitas daerah yang perlu dilestarikan.

Ia berharap situs makam ulama di Pulau Salama dapat terus dirawat dan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sejarah daerah kepada generasi muda.

“Kami berharap keberadaan makam ulama di Pulau Salama ini dapat terus dirawat dan dilestarikan sebagai bagian dari sejarah dan warisan budaya Polewali Mandar. Generasi muda perlu mengetahui sejarah daerahnya agar nilai-nilai kebaikan yang diwariskan para ulama tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Ziarah tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan dengan sejarah serta merawat warisan keagamaan yang telah ditinggalkan para ulama di Polewali Mandar.

Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar berharap situs-situs sejarah dan keagamaan daerah dapat terus mendapatkan perhatian sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x