

Kabareditorial.com, Makassar — Kemampuan berbahasa asing kini menjadi salah satu kompetensi penting dalam menghadapi semakin luasnya interaksi akademik dan profesional di tingkat global. Melalui Program Studi Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional, Universitas Bosowa (Unibos) kembali mengambil peran dalam pengembangan kompetensi tersebut dengan menyelenggarakan Pelatihan Intensif Bahasa Mandarin Dasar bagi sivitas akademika Universitas Khairun Ternate.
Kegiatan yang berlangsung selama sepekan, mulai 18 hingga 24 Agustus 2026, diikuti oleh peserta dari berbagai unsur Universitas Khairun Ternate, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa. Pelatihan ini menjadi ruang pembelajaran bersama sekaligus memperkuat kolaborasi antarkedua perguruan tinggi dalam pengembangan kompetensi bahasa asing.
Pelatihan dirancang khusus bagi peserta pemula dengan kemampuan setara HSK 1–2. Menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar, peserta diperkenalkan dengan pembelajaran Bahasa Mandarin secara bertahap, mulai dari aspek pelafalan hingga penerapannya dalam percakapan sehari-hari.
Kegiatan dipandu langsung oleh Sri Khaerani Rahman, S.S., M.B.A., dosen Program Studi Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional Universitas Bosowa.
Selama pelaksanaan pelatihan, peserta mengikuti materi yang disusun secara berjenjang. Pembelajaran dimulai dari pengenalan dasar Bahasa Mandarin, meliputi pelafalan, nada, pinyin, dan sapaan sehari-hari. Peserta kemudian dibimbing untuk memahami pola perkenalan diri, penggunaan angka, nomor telepon, waktu, hari, dan tanggal, termasuk praktik membuat janji temu sederhana.
Materi juga mencakup kemampuan berkomunikasi dalam situasi sehari-hari, seperti menanyakan kabar, menyampaikan kesukaan, meminta bantuan, mengucapkan terima kasih dan permintaan maaf, hingga mengenal kosakata mengenai keluarga dan orang-orang di sekitar.
Pada tahap berikutnya, peserta diperkenalkan dengan praktik bertanya arah, mengenal tempat, serta melakukan percakapan sederhana dalam situasi transaksi atau belanja.
Tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, pelatihan ini memberikan porsi lebih besar pada praktik komunikasi. Setiap sesi dirancang melalui tahapan review materi sebelumnya, pengenalan materi baru, pemberian contoh, latihan bersama, hingga praktik berpasangan dan kelompok.
Peserta juga mengikuti kegiatan roleplay dan dialog langsung untuk membangun keberanian sekaligus membiasakan penggunaan Bahasa Mandarin dalam konteks komunikasi sederhana.
Untuk mendukung proses pembelajaran, peserta difasilitasi dengan bahan ajar visual serta modul cetak yang memuat kosakata, pola tata bahasa, dialog, dan latihan. Materi dilengkapi dengan pinyin bernada dan padanan Bahasa Indonesia sehingga dapat membantu peserta memahami struktur bahasa secara lebih mudah.
Sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran, peserta mengikuti uji kompetensi yang mencakup tiga aspek utama, yakni penguasaan kosakata, kemampuan pelafalan, dan praktik dialog. Pada sesi praktik, peserta secara langsung melakukan percakapan berpasangan yang mencakup kemampuan menyapa, menanyakan kabar, memperkenalkan diri, menyampaikan asal dan tempat tinggal, hingga menutup percakapan.
Melalui pelatihan ini, Program Studi Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional Universitas Bosowa tidak hanya menghadirkan pembelajaran bahasa, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengetahuan dan penguatan jejaring akademik antarlembaga pendidikan tinggi.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi Universitas Bosowa dalam mendorong peningkatan kompetensi sivitas akademika yang adaptif terhadap perkembangan global. Ke depan, kemampuan dasar Bahasa Mandarin yang telah diperoleh peserta diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung kebutuhan akademik maupun profesional.
Kolaborasi bersama Universitas Khairun Ternate ini sekaligus memperlihatkan bagaimana kompetensi dan sumber daya akademik Universitas Bosowa dapat terus berkontribusi melampaui lingkungan kampus, memperkuat jejaring pendidikan tinggi, serta menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia yang semakin terkoneksi.


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar