Pascasarjana Unibos Matangkan AMI 2026, Audit Mutu Mulai Berbasis Sistem

Mardianto
14 Agu 2026 23:54
3 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — rogram Pascasarjana Universitas Bosowa (Unibos) mulai mematangkan persiapan Audit Mutu Internal (AMI) 2026. Salah satu fokus persiapan adalah memastikan seluruh program studi siap menjalani audit melalui Modul Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD).

Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan AMI Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Program Pascasarjana Lantai 12 Menara Bosowa, Selasa (11/8/2026).

Rapat dipimpin Direktur Program Pascasarjana Unibos, Prof. Dr. Ir. Andi Muhibuddin, M.P., dan dihadiri jajaran pimpinan Pascasarjana, Kepala Departemen Audit Mutu dan Monitoring Universitas Bosowa Susalti Nur Arsyad, S.Pd., M.Pd., para Ketua Program Studi S2 dan S3, serta Tim Gugus Mutu Pascasarjana dan program studi.

Penggunaan Modul SPMI dalam SIAKAD menjadi salah satu perubahan penting dalam pelaksanaan AMI tahun ini. Sistem tersebut digunakan untuk membantu proses pengumpulan data, evaluasi, dokumentasi, hingga pemantauan hasil audit agar lebih terstruktur dan mudah ditelusuri.

Dalam rapat, masing-masing program studi membahas kesiapan menghadapi tahapan audit, termasuk pemahaman terhadap mekanisme penggunaan sistem. Penyamaan pemahaman dinilai penting agar pengisian data dan dokumen audit tidak berjalan sendiri-sendiri.

Selain aspek teknis, pembahasan juga mencakup pengisian laporan kinerja dan evaluasi diri program studi. Kedua dokumen tersebut menjadi bahan untuk melihat capaian program studi sekaligus mengidentifikasi bagian yang masih perlu diperbaiki.

Program studi diarahkan menyiapkan data secara lengkap dan sesuai kondisi aktual. Dengan demikian, hasil AMI tidak berhenti pada pemeriksaan dokumen, tetapi dapat digunakan untuk menentukan langkah perbaikan berdasarkan persoalan dan capaian yang ditemukan.

Direktur Program Pascasarjana Unibos, Prof. Dr. Ir. Andi Muhibuddin, M.P., menekankan pentingnya koordinasi antara pimpinan, program studi, dan tim mutu dalam mempersiapkan AMI.

Kesiapan sejak tahap awal diperlukan agar kendala teknis maupun substansi dapat segera diidentifikasi sebelum proses audit berlangsung.

Wakil Direktur I Bidang Akademik, Sistem Informasi, Inovasi, Riset, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Syamsul Bachri, S.Sos., M.Si., turut menyoroti pentingnya konsistensi antara pelaksanaan program dengan data dan dokumen yang dilaporkan.

Data yang digunakan dalam audit harus mampu menggambarkan kondisi program studi secara objektif. Hal ini penting agar evaluasi tidak hanya menghasilkan nilai, tetapi juga memberikan gambaran mengenai kinerja dan kebutuhan pengembangan masing-masing program studi.

Sementara itu, Wakil Direktur II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Dr. Ahmad Yauri Yunus, S.T., M.T., memastikan aspek tata kelola administrasi dan keuangan turut dipersiapkan dalam proses evaluasi.

Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerja Sama, dan Pengembangan Usaha, Dr. Ir. M. Arief Nasution, M.P., juga mendorong koordinasi lintas bidang agar data dan dokumen yang berkaitan dengan mahasiswa, alumni, kerja sama, serta pengembangan usaha dapat tersedia sesuai kebutuhan audit.

Dari sisi penjaminan mutu, Kepala Departemen Audit Mutu dan Monitoring Universitas Bosowa, Susalti Nur Arsyad, S.Pd., M.Pd., bersama tim mutu mengawal kesiapan pelaksanaan AMI, termasuk pemenuhan data dan mekanisme evaluasi yang akan digunakan.

Rapat tersebut juga menjadi forum untuk memetakan kendala yang masih dihadapi program studi. Setiap persoalan yang ditemukan diarahkan untuk ditindaklanjuti sebelum AMI dilaksanakan sehingga proses audit dapat berjalan lebih efektif.

Penerapan Modul SPMI melalui SIAKAD menjadi bagian dari upaya Unibos memperkuat digitalisasi sistem penjaminan mutu. Integrasi tersebut memungkinkan proses pengelolaan data mutu dilakukan secara lebih terstruktur sekaligus meningkatkan keterlacakan dokumen dan hasil evaluasi.

Dengan pendekatan tersebut, AMI 2026 diarahkan tidak sekadar menjadi pemeriksaan rutin atau pemenuhan administrasi. Hasil audit diharapkan menjadi dasar bagi program studi untuk membaca capaian, menemukan kelemahan, menyusun tindak lanjut, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page