

Kabareditorial.com, Makassar — Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa (Unibos) menggelar Pengambilan Janji Sarjana Kedokteran di Balai Sidang 45 Universitas Bosowa, Rabu (26/8/2026). Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya satu tahap pendidikan sekaligus langkah awal para lulusan menuju pendidikan profesi kedokteran.
Prosesi tersebut dihadiri jajaran pimpinan Universitas Bosowa, Fakultas Kedokteran, Yayasan Aksa Mahmud, akademisi, orang tua, serta keluarga para lulusan.
Dekan Fakultas Kedokteran Unibos, Dr. dr. Rahmawati Thamrin, Sp.And., bersama jajaran pimpinan fakultas turut menyaksikan prosesi pengambilan janji, pemasangan baju snelly dan selempang, penyerahan sertifikat, serta penandatanganan berita acara.
Pengambilan janji menjadi momentum penting karena gelar Sarjana Kedokteran tidak hanya menandai pencapaian akademik, tetapi juga membawa tanggung jawab etik, moral, intelektual, dan kemanusiaan.
Wakil Rektor II Unibos Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Sumber Daya, Dr. Muh. Kafrawi Yunus, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada para lulusan yang telah menyelesaikan tahapan pendidikan akademik.
Ia berharap capaian tersebut menjadi bekal bagi para lulusan untuk terus meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri menghadapi pendidikan profesi kedokteran.
Sementara itu, Sekretaris Yayasan Aksa Mahmud, Baharuddin Rachim, mengatakan pengambilan janji bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi pengingat akan tanggung jawab para sarjana kedokteran dalam mengamalkan ilmu bagi kemanusiaan.
“Pengambilan janji Sarjana Kedokteran merupakan momentum ketika pengetahuan yang selama bertahun-tahun dipelajari mulai memperoleh makna yang lebih luas, yaitu kesediaan untuk mengabdikan ilmu kepada kehidupan manusia,” ujarnya.
Ia menegaskan, Yayasan Aksa Mahmud berkomitmen mendukung Universitas Bosowa dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, inovatif, dan memiliki integritas.
Para Sarjana Kedokteran FK Unibos selanjutnya diharapkan mampu melanjutkan pendidikan profesi dengan bekal keilmuan dan karakter yang telah dibangun selama masa pendidikan akademik.
Bagi FK Unibos, prosesi tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk mengantarkan calon dokter yang tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga menjunjung tinggi profesionalisme, etika, dan kepedulian terhadap masyarakat.


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar