Fakultas Teknik dan Informatika UPA Gelar Seminar Publikasi Digital, Bekali Gen Z Tangkal Hoaks dan Bangun Personal Branding

Mardianto
4 Jul 2026 22:25
3 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Patria Artha (UPA) menggelar Seminar Publikasi Digital Zaman Now bertema “Gen Z Creative: Berkarya dan Berinovasi Melalui Media Publikasi Digital”, Sabtu (4/7).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital mahasiswa agar mampu memanfaatkan media sosial secara positif, membangun personal branding, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menangkal penyebaran hoaks.

Seminar yang merupakan program kerja Ikatan Mahasiswa Fakultas Teknik dan Informatika (IMFTI) UPA tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai fakultas, seperti Fakultas Teknik dan Informatika, Fakultas Ekonomi, Fakultas Kesehatan, serta perwakilan sejumlah sekolah di sekitar Kota Makassar.

Dekan Fakultas Teknik dan Informatika UPA, Dr. Andi Nur Putri, mengatakan perkembangan teknologi informasi membuat mahasiswa harus memiliki kemampuan literasi digital yang baik. Sebagai generasi yang tumbuh di era digital, mahasiswa dituntut tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu menghasilkan konten yang edukatif dan bermanfaat.

“Kegiatan ini merupakan program kerja Ikatan Mahasiswa Fakultas Teknik dan Informatika. Tujuannya agar mahasiswa mampu membranding dirinya, memiliki literasi digital yang baik, sekaligus menjadi filter terhadap berita-berita hoaks yang terus beredar di media sosial,” ujar Andi Nur Putri.

Ia menjelaskan, berdasarkan materi yang disampaikan dalam seminar, penyebaran informasi palsu di ruang digital berlangsung sangat masif. Karena itu, mahasiswa perlu dibekali kemampuan memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh maupun ikut menyebarkan hoaks.

Menurutnya, media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai ruang berkarya, membangun citra diri, serta memperkenalkan potensi kampus kepada masyarakat luas.

“Intinya bagaimana mahasiswa menggunakan media sosial untuk hal-hal yang positif, membangun personal branding, dan memperkenalkan kampus melalui karya-karya digital yang berkualitas,” katanya.

Andi Nur Putri menilai karakter Gen Z sebagai digital native menjadi modal besar dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Kemampuan tersebut, lanjutnya, harus diarahkan untuk aktivitas yang produktif dan inovatif.

“Gen Z itu digital native. Mereka sangat cepat memahami teknologi. Tinggal bagaimana kemampuan itu digunakan untuk menghasilkan karya dan inovasi, bukan hanya untuk aktivitas yang kurang produktif,” jelasnya.

Dalam seminar tersebut, peserta juga memperoleh materi mengenai strategi membuat konten digital yang menarik tanpa mengabaikan kualitas informasi. Pemateri menekankan bahwa konten yang baik harus diawali dengan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Good publication is good information. Sebelum memikirkan tampilan konten, pastikan dulu informasi yang dipublikasikan itu baik dan bermanfaat,” ungkapnya.

Selain itu, peserta dibekali teknik menarik perhatian audiens di media sosial. Menurut Andi Nur Putri, kreator konten hanya memiliki waktu sekitar lima detik untuk membuat pengguna memutuskan melanjutkan atau melewati sebuah konten.

“Karena itu mahasiswa perlu memahami bagaimana menyusun konten yang menarik sejak awal. Lima detik pertama sangat menentukan apakah orang akan terus melihat atau langsung mengabaikan konten yang kita buat,” tutupnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page