

Kabareditorial.com, Makassar — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar menyatakan kesiapan penuh menyambut kepulangan jemaah haji yang akan dimulai pada 1 Juni 2026.
Kloter pertama dijadwalkan bertolak dari Jeddah pada pukul 03.00 waktu setempat dan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar di Maros sekira pukul 22.30 WITA.
Kesiapan tersebut disampaikan Ketua PPIH Embarkasi Makassar, H. Ikbal Ismail dalam jumpa pers yang digelar di Kedai Kopi Ariana yang berlokasi di bilangan Toddoppuli Makassar, Sabtu 30 Mei 2026.
Diakui Ikbal, terdapat peningkatan layanan yang akan dirasakan jemaah pada proses kedatangan tahun ini. Untuk pertama kalinya, jemaah haji Debarkasi Makassar akan turun dari pesawat melalui garbarata, menggantikan mekanisme sebelumnya yang mengharuskan jemaah turun menggunakan tangga pesawat di apron bandara.
“Ini merupakan peningkatan layanan bagi jemaah. Jemaah yang sehat akan langsung menuju terminal melalui garbarata,” bebernya.
Lebih lanjut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan itu menjelaskan, penggunaan garbarata merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan dan kenyamanan jemaah saat tiba di Tanah Air.
“Bagi jemaah lanjut usia serta pengguna kursi roda, PPIH telah menyiapkan layanan khusus berupa akses lift dan pendampingan petugas hingga tiba di Asrama Haji Makassar,” imbuhnya.
Adapun mekanisme penerimaan dan pemulangan jemaah tetap mengacu pada pola yang telah diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya. Setelah diterima secara resmi di Aula Arafah Asrama Haji Makassar, jemaah akan diserahkan kepada pemerintah kabupaten/kota masing-masing untuk dipulangkan ke daerah asal.
Dalam kesempatan tersebut, Ikbal juga mengimbau keluarga jemaah agar tidak memadati kawasan Asrama Haji saat proses penjemputan. Khusus bagi jemaah yang berasal dari luar wilayah Makassar, Gowa, dan Maros, proses pemulangan akan dikoordinasikan oleh panitia daerah masing-masing.
Selain itu, ia kembali mengingatkan jemaah agar tidak membawa air zamzam di dalam koper bagasi. Pasalnya, keberadaan air zamzam dalam bagasi dapat memicu pemeriksaan tambahan dan menyebabkan koper harus dibongkar oleh petugas.
“Setiap jemaah telah memperoleh jatah air zamzam sebanyak lima liter yang akan didistribusikan melalui mekanisme resmi. Karena itu, kami berharap jemaah tidak lagi membawa air zamzam di dalam koper bagasi,” katanya.
Ikbal pun berharap seluruh jemaah dapat mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan sehingga proses pemulangan berlangsung lancar, aman, dan nyaman.
Diketahui, data PPIH mencatat, hingga akhir Mei 2026 Embarkasi Makassar telah memberangkatkan sebanyak 16.728 jemaah haji ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, 13 jemaah dilaporkan wafat di Arab Saudi, sementara satu orang meninggal dunia di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo sebelum keberangkatan.
Secara umum, kondisi jemaah asal Sulawesi Selatan yang masih berada di Arab Saudi dilaporkan dalam keadaan baik, dan proses pemulangan dipastikan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Kami berharap seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat dan berkumpul kembali bersama keluarga dalam keadaan sehat,” pungkasnya. (AB)


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar