Balai Proteksi Tanaman Turun Tangan, 7 Hektar Padi di Polewali Mandar Diselamatkan dari Hama

Tamrin Labasa
16 Feb 2026 12:15
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Polewali mandar — Diserang hama penggerek batang sekitar 7 hektar tanaman padi terancam gagal tanam , akibat di serang ulat penggerek batang,sehingga tanaman tersebut sudah kuning dan terancam mati.

Akibat serang hama tersebut ketua kelompok tani cinta damai l berkoodinasi dengan penyulu pertanian ppl terkait serangan ulat penggerek batang di labasang desa tonrolima kecamatan matakali kabupaten Polewali mandar.

Serangan hama ulat penggerek batang ini dapat menyebabkan puso ( tanaman padi mati ).

Untuk mengendalikan serangan hama tersebut kepala BPP kecamatan matakali Andriani menyampaikan kepada pengamat hama untuk melihat kondisi tanaman padi yang ada di desa tonrolima agar secepatnya di lakukan pencegahan sebelum terjadi penyebaran yang lebih luas .

Balai pengendalian hama dan holtikultura provinsi Sulawesi Barat melakukan pengendalian hama penggerek batang yang menyerang pertanaman petani di desa tonrolima hal ini dilakukan akibat tanaman padi sudah terancam mati.

Pengendalian serangan hama ulat di lakukan penyemprotan massal bersama petani agar hama ini tidak menyebar ketanaman lainnya yang ada di sekitarnya.

Penyemprotan massal yang di lakukan petani ini dengan menggunakan bahan aktif demo hipo agar serangan hama ini tidak menyebar ketanaman yang ada di sekitarnya.

Sesuai dengan arahan menteri pertanian agar senantiasa berkoodinasi dengan penyulu pertanian yang ada di lapangan agar setiap ada serangan hama di tingkat petani secepatnya dapat di kendalikan agar swasembada pangan nasional dapat tercapai sesuai harapan bapak presiden Prabowo Subianto
Ucap Jhonatan selalu pengamat hama .

Dengan adanya pengendalian hama secara massal ini Jhonatan berharap serangan hama ulat ini tidak menyebar ketanaman lainnya.
Ia juga berharap kepada petani agar selalu berkoordinasi dengan kami sebagai pengamat apa bila pertanaman padi bermasalah atau ada serangan sehingga kami dapat melakukan pengendalian secepatnya (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x