Kabareditorial.com, Makassar — Triwulan IV tahun 2025, Badan Karantina Indonesia (Barantin) Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Sulawesi Selatan terus memperkuat kolaborasi dalam penyelenggaran layanan publik. Salah satu upaya tersebut dengan menyelenggarakan pertemuan bersama insan pers atau _media gathering.
Kegiatan mengangkat tema “Refleksi Akhir Tahun Karantina Sulawesi Selatan: Sinergi, Inovasi, dan Kolaborasi untuk Negeri”. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Karantina Sulawesi Selatan untuk menyampaikan capaian kinerja, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan awak media dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang perkarantinaan.
“Tugas karantina bukan hanya menjaga gerbang lalu lintas hewan, ikan, dan tumbuhan, tetapi juga memastikan pelindungan sumber daya hayati, serta mendukung ketahanan pangan dan kelancaran perdagangan nasional. Semua itu tidak akan tercapai tanpa sinergi dan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan rekan-rekan media,” ujar Kepala Karantina Sulawesi Selatan Sitti Chadidjah dalam sambutannya di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (05/11).
Chadidjah menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini konsisten memberitakan kegiatan karantina secara objektif dan edukatif. Dalam kegiatan yang berbalut bincang santai tersebut, Chadidjah menegaskan bahwa refleksi ini menjadi sarana evaluasi dan komitmen bersama untuk melangkah lebih maju.
“Media memiliki peran strategis dalam membangun literasi publik. Melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang, masyarakat dapat memahami bagaimana karantina bekerja melindungi negeri dan turut berperan aktif. Bagi kami, media sebagai mitra utama dalam menyampaikan pesan pelayanan publik yang positif,” tuturnya.
Ia menambahkan, keberadaan media yang aktif turut berkontribusi membentuk citra lembaga pemerintah yang transparan, akuntabel, dan terbuka terhadap kritik membangun. Oleh karena itu, kolaborasi antara Karantina dan media bukan hanya dalam konteks pemberitaan kegiatan, tetapi juga dalam menyebarluaskan nilai-nilai integritas dan pelayanan publik yang berkualitas.
Selama tahun 2025, Karantina Sulawesi Selatan mencatat berbagai capaian penting dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap pengawasan lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan. Peningkatan volume layanan sertifikasi, efisiensi prosedur ekspor-impor, hingga digitalisasi layanan melalui sistem Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), menjadi bagian dari langkah transformasi layanan publik yang modern dan adaptif.
Berdasarkan data Best Trust periode Januari hingga Oktober 2025, Karantina Sulawesi Selatan telah mencatatkan layanan sertifikasi ekspor sebanyak 11.973 sertifikat dengan nilai ekonomi mencapai 8,9 triliun rupiah. Sementara untuk domestik keluar sebanyak 47.021 sertifikat dengan nilai ekonomi mencapai 13,5 triliun rupiah.
Karantina Sulawesi Selatan juga terus memperkuat fungsi pengawasan di pelabuhan laut, bandara, serta lintas batas antarpulau dengan dukungan sistem _single submission_ (SSm) dan pelayanan daring yang terintegrasi melalui aplikasi All Indonesia. Transformasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi waktu layanan, tetapi juga menjadi bentuk komitmen dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat atau inklusi.
“Kami ingin memastikan bahwa karantina hadir berperan sebagai _economic tools_ , fasilitator perdagangan komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan. Tugas kami adalah menjamin keamanan hayati sekaligus memperlancar arus komoditas antarpulau dan antarnegara. Memastikan terpenuhinya persyaratan sesuai standar sanitari dan fitosanitari,” jelas Chadidjah.
Sulawesi Selatan dikenal sebagai hub perdagangan di Indonesia Timur, peran karantina semakin krusial. Arus logistik dari pelabuhan internasional seperti Soekarno-Hatta Makassar menjadi titik vital dalam pengawasan keamanan hayati nasional. Sinergi dengan instansi CIQ (Customs, Immigration, Quarantine) dan otoritas pelabuhan terus diperkuat, menjadikan Sulawesi Selatan sebagai contoh integrasi pelayanan publik lintas sektor.
“Kita menatap tahun 2026 dengan optimisme. Tantangan akan selalu ada, tetapi dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan media, kami yakin karantina akan semakin berperan nyata bagi negeri. Mendukung Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Karantina Sulawesi Selatan meneguhkan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya menjaga keamanan hayati, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Berkomitmen untuk mewujudkan semangat pelayanan publik yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi untuk Indonesia yang maju dan berintegritas.
Tidak ada komentar