Bupati dan Wakil Bupati Polman Hadiri Rapat Turun Sawah di Wonomulyo, Dukung Ketahanan Pangan NasionalL

Mardianto
30 Mar 2026 18:39
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Polewali Mandar — Bupati Polewali Mandar Samsul Mahmud bersama Wakil Bupati Hj. Andi Nurasmi Masdar menghadiri rapat turun sawah musim tanam rendengan di Desa Sugihwaras, Dusun Blora, Kecamatan Wonomulyo, Senin (30/3/2026).

Kegiatan yang juga dirangkaikan dengan syukuran atau tradisi mappalili tersebut merupakan agenda tahunan para petani setempat yang dilaksanakan usai panen untuk menentukan jadwal turun sawah pada musim tanam berikutnya.

Rapat tersebut turut dihadiri Komandan Kodim 1402/Polman Letkol Inf Ikhwan Arifin, Ketua DPRD Polman Fahri Fadly, Camat Wonomulyo Samiaji, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jumadil, Ipda Suratman yang mewakili Kapolsek Urban Wonomulyo, UPTD PSDA Maloso Kiri, Kepala Desa Sugihwaras, para penyuluh pertanian lapangan (PPL), kelompok tani, serta tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Samsul Mahmud berharap musim tanam rendengan tahun ini dapat memberikan hasil panen yang melimpah bagi para petani.

Namun demikian, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara petani dengan penyuluh pertanian lapangan serta instansi terkait guna meningkatkan produktivitas pertanian.

“Untuk mendapatkan hasil yang baik, petani diharapkan berkolaborasi dengan penyuluh pertanian lapangan dan menanam bibit yang bersertifikat serta dianjurkan oleh pemerintah,” ujar Samsul Mahmud.

Ia juga menyampaikan bahwa pada musim panen sebelumnya para petani di Polewali Mandar mendapatkan hasil yang cukup baik dengan harga gabah mencapai sekitar Rp7.300 per kilogram, yang berada di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, kondisi tersebut patut disyukuri sekaligus menjadi motivasi bagi para petani untuk terus meningkatkan produksi.

Selain itu, Samsul Mahmud juga menekankan pentingnya peran pengamat hama dalam mendukung keberhasilan pertanian.

“Pengamat hama sangat penting bersinergi dengan petani untuk turun langsung ke lapangan melihat kondisi tanaman padi. Jika ada serangan hama, bisa segera dikendalikan,” katanya.

Ia juga mengimbau para petani agar melakukan langkah pencegahan sebelum masa tanam, seperti pembasmian hama tikus, guna menjaga tanaman padi dari potensi kerusakan.

Bupati menegaskan bahwa Kabupaten Polewali Mandar merupakan salah satu wilayah dengan areal persawahan terluas di Sulawesi Barat sekaligus menjadi penyangga produksi beras di daerah tersebut.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Polewali Mandar merupakan salah satu daerah penyangga beras di Sulawesi Barat. Karena itu mari kita bersama mendukung program ketahanan pangan nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto menuju swasembada pangan,” ujarnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page