Teliti Kepemimpinan Adaptif, Kisah Perjalanan Kadis Perindagkop UKM Kaltara Doktor Hasriyani Menembus Batas

Mardianto
27 Okt 2025 11:53
5 menit membaca

“Saya pikir dengan niat yang kuat dan fokus pada tujuan, apapun bisa dijalani dan diselesaikan dengan baik. Terbukti meskipun di tengah kepadatan tugas saya sebagai kepala dinas, semua bisa dijalani dengan ikhlas dan tuntas,” ujarnya dengan senyum penuh rasa syukur.

Pagi itu, langit Makassar diselimuti awan kelabu. Rintik halus sempat turun membasahi pelataran hijau Universitas Hasanuddin (Unhas). Suasana asri kampus yang dipenuhi aroma tanah basah berpadu dengan gegap gempita para wisudawan di GOR JK Arenatorium.

‎Di antara ratusan toga yang berayun, tampak sosok perempuan berwajah teduh namun berwibawa, Dr. Hj. Hasriyani, SH., MM, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Perindagkop UKM) Provinsi Kalimantan Utara.

‎Hari itu menjadi momen bersejarah baginya. Perempuan kelahiran Malinau, 17 Juni 1976, resmi menyandang gelar Doktor dalam bidang Administrasi Publik dari Universitas Hasanuddin. Gelar ini ia raih setelah melewati perjalanan akademik selama 2 tahun 8 bulan, di tengah kesibukannya mengemban amanah besar sebagai pejabat eselon II di salah stau provinsi termuda Indonesia.

‎“Saya pikir dengan niat yang kuat dan fokus pada tujuan, apapun bisa dijalani dan diselesaikan dengan baik. Terbukti meskipun di tengah kepadatan tugas saya sebagai kepala dinas, semua bisa dijalani dengan ikhlas dan tuntas,” ujarnya dengan senyum penuh rasa syukur.

‎Bagi Hasriyani, meraih gelar akademik tertinggi bukanlah sekadar pencapaian pribadi. Ia menyebutnya sebagai bentuk tanggung jawab untuk membawa manfaat lebih besar.

‎“Empat bidang yang saya pimpin, industri, perdagangan, koperasi dan UMKM itu seperti empat kementerian kecil yang padat dan saling berkaitan. Tapi saya ingin ilmu ini menjadi asas manfaat. Bagaimana ilmu saya bisa diimplementasikan dalam kebijakan teknis,” jelasnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kaltara, Dr. Hj. Hasriyani, SH., MM berpose sambil memperlihatkan medali alumni dan piagam kelulusan usai proses wisuda di JK Arenatorium Unhas, Senin (27/10/2025). (Foto : Anto/kabareditorial.com)

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kaltara, Dr. Hj. Hasriyani, SH., MM berpose sambil memperlihatkan medali alumni dan piagam kelulusan usai proses wisuda di JK Arenatorium Unhas, Senin (27/10/2025). (Foto : Anto/kabareditorial.com)

‎Disertasi yang ia tulis berjudul “Kepemimpinan Adaptif dalam Rangka Ketersediaan Stok dan Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok di Wilayah Kalimantan Utara.” Penelitiannya berangkat dari kondisi riil di lapangan.

‎“Hampir 80 persen kebutuhan pokok masyarakat Kaltara masih bergantung dari luar, terutama dari Pulau Jawa dan Sulawesi Selatan. Ini membuat harga di daerah kami sangat sensitif terhadap gangguan distribusi, apalagi menjelang hari besar keagamaan nasional,” ungkapnya.

‎Kondisi itu, lanjutnya, menuntut peran pemimpin daerah yang adaptif.

‎“Seorang gubernur memang menjadi koordinator, tapi pelaksana teknis di lapangan adalah kami, OPD. Di sinilah pentingnya kepemimpinan adaptif, bagaimana cepat membaca situasi, merespons perubahan, dan mencari solusi konkret. Karena kepemimpinan itu bukan soal kekuasaan, tapi tentang ketangkasan menghadapi tantangan,” kata Hasriyani yang telah menjabat sebagai Kepala Dinas selama empat tahun terakhir.

‎Perjalanan karier Hasriyani dimulai jauh sebelum itu. Ia menapaki dunia birokrasi sejak menjadi CPNS di Kabupaten Nunukan pada tahun 2003, kemudian pindah ke Kalimantan Utara pada 2014. Dari seorang staf biasa, ia perlahan menapaki tangga karier hingga kini dipercaya memimpin dinas strategis di provinsi muda tersebut.

‎“Semua proses itu saya jalani dengan kesabaran. Bagi saya, pengabdian tidak pernah tentang jabatan, tapi tentang kebermanfaatan,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kaltara, Dr. Hj. Hasriyani, SH., MM berpose bersama rekan alumninya sambil memperlihatkan medali alumni dan piagam kelulusan usai proses wisuda di JK Arenatorium Unhas, Senin (27/10/2025). (Foto : Anto/kabareditorial.com).

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kaltara, Dr. Hj. Hasriyani, SH., MM berpose bersama rekan alumninya sambil memperlihatkan medali alumni dan piagam kelulusan usai proses wisuda di JK Arenatorium Unhas, Senin (27/10/2025). (Foto : Anto/kabareditorial.com).

‎Di balik sosok tangguhnya, Hasriyani adalah seorang ibu yang lembut. Ia dikaruniai dua anak, Hj. Zikria Afifah Izhar, yang kini sedang koas kedokteran di Universitas Muhammadiyah Makassar, dan H. Ihsan Nur Kahfi, mahasiswa pendidikan kedokteran di North Zhinzuan Medical University, China. Suaminya, seorang pengusaha swasta, menjadi pendamping setia dalam setiap langkahnya.

‎“Motivasi terbesar saya tentu keluarga. Tapi saya juga ingin memberi contoh bagi anak-anak saya, bahwa pendidikan itu tidak mengenal usia atau jabatan. Selagi ada niat membangun diri dan daerah, Allah pasti memberi jalan,” ujarnya lirih namun tegas.

‎Hasriyani juga tak lupa menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Utara, Dr. (H.C.) H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., yang disebutnya sebagai sumber inspirasi.

‎“Beliau selalu mendorong kami untuk terus belajar dan berkembang. Beliau adalah contoh nyata pemimpin adaptif yang cepat tanggap terhadap persoalan daerah,” ungkapnya.

‎Kini, dengan gelar doktor yang baru disandangnya, Hasriyani bertekad memperkuat sinergi lintas sektor dan menjadikan hasil penelitiannya sebagai dasar kebijakan daerah.

‎“Saya ingin berkolaborasi dan bersinergi dengan semua stakeholder agar konsep kepemimpinan adaptif ini benar-benar terwujud dalam praktik pemerintahan. Ilmu ini tidak boleh berhenti di meja ujian, tapi harus hidup dalam kebijakan,” katanya.

‎Bagi Hasriyani, keberhasilan ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih bermakna.

‎“Dengan gelar ini, saya berharap bisa lebih baik dalam beradaptasi, berkomunikasi, dan bersikap. Ini menjadi alarm bagi kita semua sebagai pejabat publik untuk selalu berbenah diri,” ujarnya menutup percakapan.

‎Pagi mendung di Unhas itu menjadi saksi, bahwa di balik sosok birokrat perempuan dari perbatasan Kalimantan Utara, ada kisah tentang ketekunan, cinta, dan pengabdian. Dr. Hj. Hasriyani, SH., MM bukan hanya menorehkan gelar akademik, tetapi juga membuktikan bahwa ketika niat, ilmu, dan tanggung jawab berpadu, maka setiap langkah akan bermakna untuk diri, keluarga, dan daerah tercinta.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x