Lulusan Perguruan Tinggi Paling Melek Finansial, Pendidikan Jadi Faktor Kunci

Mardianto
3 Mei 2025 01:11
1 menit membaca

Kabareditorial.com, Jakarta — Tingkat pendidikan terbukti menjadi faktor penentu utama dalam pemahaman dan akses terhadap layanan keuangan. Berdasarkan hasil SNLIK 2025, masyarakat dengan pendidikan tinggi memiliki indeks literasi tertinggi, yakni 90,63 persen, serta indeks inklusi mencapai 99,10 persen.

Sebaliknya, kelompok yang tidak menamatkan sekolah dasar hanya mencatat literasi 43,20 persen dan inklusi 56,95 persen.

Kepala Eksekutif OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyebut bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin besar pula kemampuannya memahami risiko, manfaat, dan penggunaan produk keuangan.

“Edukasi menjadi fondasi utama dalam memperkuat daya saing ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Hasil survei menunjukkan bahwa kelompok berpendidikan tinggi lebih memahami produk keuangan seperti asuransi, investasi pasar modal, dan fintech lending. Sementara itu, kelompok berpendidikan rendah masih cenderung bergantung pada produk konvensional seperti tabungan dan pinjaman informal.

OJK akan memperkuat sinergi dengan Kementerian Pendidikan dan lembaga pendidikan tinggi untuk memperluas literasi keuangan di kurikulum pendidikan formal.

Selain itu, perluasan program Edukasi Keuangan untuk Pelajar dan Mahasiswa (EKSPRESI) diharapkan mendorong kesadaran finansial sejak dini.

Dengan semakin terintegrasinya edukasi finansial dalam dunia pendidikan, diharapkan generasi muda Indonesia semakin siap mengelola keuangan dan menghindari jebakan pinjaman ilegal.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page