Siapkan Akreditasi Nasional, Unibos Perkuat Tata Kelola Jurnal Ilmiah Melalui Pelatihan OJS

Mardianto
19 Okt 2026 10:49
8 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Di balik sebuah artikel ilmiah yang terbit, terdapat proses panjang yang kerap luput dari perhatian. Mulai dari seleksi naskah, penelaahan oleh mitra bestari, penyuntingan, hingga memastikan setiap artikel memenuhi standar publikasi akademik. Kualitas sebuah jurnal tidak hanya ditentukan oleh penelitian yang dimuat, tetapi juga oleh ketelitian dan integritas orang-orang yang mengelolanya.

Kesadaran inilah yang mendorong Universitas Bosowa (Unibos) memperkuat kapasitas pengelola jurnal ilmiah melalui kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Pengelolaan Jurnal Ilmiah Berbasis Open Journal Systems (OJS) untuk Peningkatan Mutu dan Persiapan Akreditasi Nasional.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Akademik, Riset, Inovasi dan Pengabdian pada Masyarakat dan Sistem Informasi Unibos tersebut berlangsung pada Sabtu (17/10/2026), di Aula Ekonomi Lantai 4, Gedung 1 Universitas Bosowa, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WITA.

Mengusung tema “Penguatan Kompetensi Pengelola Jurnal dalam Mewujudkan Publikasi Ilmiah yang Berkualitas dan Berkelanjutan”, pelatihan ini mempertemukan para pengelola jurnal dari berbagai bidang keilmuan untuk memperdalam pemahaman mengenai tata kelola penerbitan ilmiah, penggunaan OJS, serta strategi mempersiapkan akreditasi dan reakreditasi jurnal nasional.

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Riset, Inovasi dan Pengabdian pada Masyarakat dan Sistem Informasi Unibos, Dr. Sutia Budi, S.Pi., M.Si., menekankan pentingnya penguatan kualitas jurnal ilmiah sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem akademik yang produktif dan berkelanjutan.

Menurutnya, pengelolaan jurnal tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan mutu penelitian di lingkungan perguruan tinggi. Jurnal yang dikelola secara profesional memiliki peran penting dalam memastikan hasil penelitian dapat dipublikasikan melalui proses ilmiah yang kredibel dan bertanggung jawab.

“Jurnal ilmiah bukan sekadar tempat menerbitkan artikel, tetapi juga cerminan kualitas budaya akademik sebuah perguruan tinggi. Karena itu, kita perlu memastikan bahwa setiap jurnal di lingkungan Unibos memiliki tata kelola yang baik, proses editorial yang terukur, serta komitmen terhadap mutu publikasi. Akreditasi menjadi salah satu ukuran keberhasilan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kualitas itu dapat terus kita jaga,” ujar Dr. Sutia Budi dalam draf pernyataannya.

Ia juga menekankan bahwa peningkatan kualitas publikasi ilmiah membutuhkan kerja sama dan komitmen berkelanjutan dari seluruh unsur pengelola jurnal, termasuk editor, reviewer, serta unit-unit akademik yang terlibat.

Penguatan kompetensi sumber daya manusia dinilai menjadi salah satu langkah penting agar pengembangan jurnal tidak hanya berorientasi pada pemenuhan persyaratan administratif, tetapi juga mampu menghasilkan sistem penerbitan yang profesional dan konsisten.

Melalui kegiatan ini, Unibos berupaya membangun pemahaman bersama bahwa akreditasi nasional merupakan bagian dari proses peningkatan mutu yang harus dipersiapkan secara sistematis.

Persiapan tersebut tidak cukup dilakukan menjelang pengajuan akreditasi, melainkan perlu dimulai dari pembenahan proses editorial, peningkatan kualitas artikel, konsistensi jadwal penerbitan, hingga kelengkapan dokumentasi pengelolaan jurnal.

Pelatihan dirancang dengan memadukan materi konseptual, praktik langsung menggunakan OJS, serta pendampingan untuk mengevaluasi kesiapan masing-masing jurnal.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembahasan mengenai kebijakan dan arah pengembangan jurnal ilmiah, termasuk standar mutu penerbitan, akreditasi nasional, serta strategi peningkatan kualitas dan peringkat jurnal.

Materi tersebut menjadi landasan bagi peserta untuk memahami bahwa pengembangan jurnal ilmiah membutuhkan perencanaan yang matang dan pengelolaan yang konsisten.

Kepala Departemen Akademik dan Pengajaran Unibos, Tahir, S.E., M.Si., turut menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi pengelola jurnal sebagai bagian dari penguatan layanan akademik dan publikasi ilmiah di lingkungan universitas.

Ia menjelaskan bahwa setiap jurnal memiliki karakteristik dan tantangan pengelolaan yang berbeda. Oleh karena itu, pendampingan diperlukan agar pengelola dapat memahami persoalan yang dihadapi sekaligus menentukan langkah perbaikan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing jurnal.

“Kita ingin pengelola jurnal tidak hanya memahami cara menggunakan sistem, tetapi juga menguasai seluruh proses penerbitan ilmiah, mulai dari naskah masuk hingga artikel dipublikasikan. Melalui pelatihan ini, diharapkan setiap pengelola mampu mengidentifikasi kekurangan jurnalnya dan menyusun langkah perbaikan yang lebih terarah untuk menghadapi akreditasi nasional,” ungkap Tahir dalam draf pernyataannya.

Menurut Tahir, peningkatan kualitas pengelolaan jurnal juga memerlukan pemahaman yang sama mengenai tanggung jawab editorial, standar penilaian naskah, serta konsistensi penerbitan.

Ia menilai bahwa pelatihan dan pendampingan menjadi ruang penting untuk mempertemukan pengalaman para pengelola jurnal sekaligus memperkuat koordinasi dalam pengembangan publikasi ilmiah di lingkungan Unibos.

Salah satu fokus utama kegiatan adalah praktik pengelolaan naskah melalui Open Journal Systems atau OJS, sebuah platform yang digunakan untuk mendukung proses penerbitan jurnal ilmiah secara elektronik.

Melalui sistem tersebut, proses penerbitan dapat dikelola secara terintegrasi, mulai dari pengiriman artikel oleh penulis, pemeriksaan awal, penugasan reviewer, pengelolaan revisi, hingga penerbitan artikel.

Namun, pemanfaatan teknologi tersebut membutuhkan keterampilan teknis dan pemahaman alur kerja yang baik agar setiap tahapan dapat berjalan secara tertib dan terdokumentasi.

Dalam sesi praktik, peserta mendapatkan pendampingan mengenai proses registrasi dan pengiriman naskah, pemeriksaan kelengkapan artikel, pengelolaan metadata, serta alur editorial dalam sistem OJS.

Pembahasan juga mencakup editorial screening, yakni proses pemeriksaan awal untuk memastikan bahwa naskah yang diterima sesuai dengan fokus dan ruang lingkup jurnal serta memenuhi ketentuan penulisan dan etika publikasi.

Tahapan ini menjadi penting karena kualitas proses seleksi awal turut memengaruhi efektivitas pengelolaan artikel pada tahapan berikutnya.

Selain itu, peserta mempelajari mekanisme peer review, termasuk penugasan mitra bestari, penggunaan formulir penilaian, pengelolaan hasil telaah, hingga pengambilan keputusan editorial.

Proses peer review merupakan salah satu unsur penting dalam menjaga kualitas dan kredibilitas publikasi ilmiah karena memberikan ruang penilaian akademik terhadap substansi penelitian sebelum artikel diterbitkan.

Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai penyelesaian naskah hingga publikasi, mulai dari pengelolaan revisi penulis, copyediting, proofreading, penyusunan tata letak artikel, pengelolaan Digital Object Identifier (DOI), serta kelengkapan metadata penerbitan.

Pada aspek penguatan sistem, Kepala Seksi Sistem Informasi Akademik dan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi Unibos, Muh. Reza Yuanda, S.Tr.T., menyoroti pentingnya optimalisasi platform digital dalam mendukung tata kelola jurnal ilmiah yang lebih efektif dan terstruktur.

Menurutnya, pemanfaatan OJS tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan fitur teknis, tetapi juga menyangkut konsistensi pengelolaan data, dokumentasi proses editorial, serta keteraturan informasi publikasi.

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan sistem yang baik dapat membantu editor dan pengelola jurnal memantau setiap tahapan penerbitan sekaligus memastikan bahwa informasi artikel tersimpan secara sistematis.

“Pemanfaatan OJS harus diikuti dengan pemahaman alur kerja dan pengelolaan data yang tepat. Setiap tahapan, mulai dari pengiriman naskah, proses review, hingga publikasi, perlu terdokumentasi dengan baik. Ketika sistem dikelola secara konsisten, proses editorial menjadi lebih tertib, mudah ditelusuri, dan mendukung kesiapan jurnal dalam memenuhi standar akreditasi,” jelas Muh. Reza Yuanda dalam draf pernyataannya.

Ia juga menekankan bahwa ketelitian dalam pengelolaan metadata, identitas penulis, informasi artikel, dan dokumentasi editorial menjadi bagian penting dalam membangun sistem publikasi ilmiah yang kredibel.

Optimalisasi penggunaan OJS diharapkan dapat membantu pengelola jurnal meningkatkan efisiensi proses penerbitan sekaligus meminimalkan kendala administratif yang dapat memengaruhi konsistensi publikasi.

Selain penguatan teknis, kegiatan ini memberikan perhatian khusus pada persiapan akreditasi dan reakreditasi jurnal nasional.

Peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai komponen yang perlu dievaluasi, termasuk kualitas substansi artikel, tata kelola editorial, keterlibatan penulis dan reviewer, konsistensi penerbitan, serta kelengkapan bukti pendukung pengelolaan jurnal.

Persiapan tersebut menjadi penting karena proses akreditasi membutuhkan kesiapan yang dibangun melalui pengelolaan jurnal secara berkelanjutan.

Oleh karena itu, setiap pengelola perlu memahami standar yang dituju sekaligus memiliki kemampuan untuk mengevaluasi kondisi jurnalnya secara objektif.

Sebagai bagian dari pendampingan, kegiatan ini juga menghadirkan sesi klinik jurnal dan evaluasi kesiapan akreditasi.

Melalui sesi tersebut, peserta diarahkan untuk mengidentifikasi persoalan yang dihadapi dalam pengelolaan jurnal, memetakan kesenjangan terhadap standar yang dituju, serta menentukan prioritas perbaikan.

Pendekatan ini memungkinkan peserta menghubungkan materi pelatihan dengan kondisi nyata masing-masing jurnal.

Setiap jurnal memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dalam penguatan manajemen editorial, pengelolaan reviewer, konsistensi jadwal penerbitan, maupun kelengkapan dokumen pendukung akreditasi.

Karena itu, sesi klinik jurnal menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman sekaligus menyusun langkah tindak lanjut yang lebih terarah.

Kegiatan ini melibatkan pengelola berbagai jurnal ilmiah di lingkungan Universitas Bosowa, antara lain Jurnal Palangga, Jurnal Publician, BIT Journal, Jurnal Saintis Teknik Kimia, Jurnal Sosiologi Kontemporer, Jurnal Geotambang, Jurnal Eduprimaria, Jurnal JEBD, Jurnal Acees, Bosowa Medical Journal, serta sejumlah jurnal lainnya dari berbagai disiplin ilmu.

Keterlibatan pengelola jurnal lintas bidang tersebut memperlihatkan pentingnya penguatan tata kelola publikasi ilmiah secara menyeluruh di lingkungan universitas.

Meskipun memiliki fokus keilmuan yang berbeda, setiap jurnal tetap membutuhkan standar editorial yang baik, pengelolaan naskah yang konsisten, serta komitmen terhadap etika publikasi.

Melalui kegiatan ini, para peserta juga memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman dan mendiskusikan berbagai tantangan dalam proses penerbitan ilmiah.

Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan pengelola sekaligus memperkuat koordinasi dalam pengembangan jurnal-jurnal ilmiah di lingkungan Unibos.

Bagi Direktorat Akademik, Riset, Inovasi dan Pengabdian pada Masyarakat dan Sistem Informasi, peningkatan kualitas pengelolaan jurnal menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem penelitian dan publikasi ilmiah yang berkelanjutan.

Keberadaan jurnal yang dikelola secara profesional memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui publikasi ilmiah yang berkualitas, hasil penelitian dosen, mahasiswa, dan akademisi dapat disebarluaskan serta dimanfaatkan sebagai referensi dalam pengembangan pengetahuan maupun penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.

Di sisi lain, kualitas jurnal ilmiah juga menjadi salah satu unsur yang mendukung penguatan reputasi akademik perguruan tinggi.

Karena itu, peningkatan mutu jurnal perlu dipandang sebagai investasi akademik jangka panjang yang membutuhkan komitmen bersama, penguatan sumber daya manusia, serta evaluasi secara berkala.

Pada akhir kegiatan, peserta diarahkan untuk menyusun rencana aksi berdasarkan hasil pelatihan dan evaluasi kesiapan masing-masing jurnal.

Rencana tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk melakukan pembenahan secara bertahap, mulai dari optimalisasi penggunaan OJS, penguatan sistem editorial, peningkatan kualitas artikel, hingga pemenuhan standar akreditasi nasional.

Melalui pelatihan dan pendampingan ini, Unibos menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan publikasi ilmiah yang profesional, kredibel, dan berkelanjutan.

Penguatan kompetensi pengelola jurnal diharapkan tidak hanya meningkatkan kesiapan menghadapi akreditasi nasional, tetapi juga membangun budaya penerbitan ilmiah yang lebih tertib, transparan, dan bertanggung jawab.

Sebab kualitas sebuah jurnal tidak hanya terlihat dari artikel yang berhasil diterbitkan, tetapi juga dari proses ilmiah yang dijalankan dengan penuh ketelitian dan integritas.

Dengan pengelolaan yang semakin baik, jurnal-jurnal ilmiah di lingkungan Unibos diharapkan mampu menjadi ruang pertukaran pengetahuan yang lebih luas sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan akademik perguruan tinggi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x