29 Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Polman Ditutup Sementara, Diduga Tak Penuhi SOP

Mardianto
8 Apr 2026 23:32
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Polewali Mandar —Puluhan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam dua pekan terakhir. Penutupan dilakukan karena sejumlah dapur diduga belum memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan.

Penutupan dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, sebanyak 13 dapur MBG dihentikan operasionalnya. Kemudian pada tahap kedua, 16 dapur lainnya kembali ditutup. Dengan demikian, total terdapat 29 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di beberapa kecamatan di Polewali Mandar yang kini tidak beroperasi.

Kebijakan tersebut mengacu pada surat edaran BGN masing-masing Nomor 1210/D.TWS/03/2026 tentang Penutupan Operasional Sementara serta surat lanjutan Nomor 1347/D.TWS/04/2026.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa sejumlah SPPG ditutup sementara karena belum melengkapi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Selain itu, beberapa dapur juga diketahui belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai standar.

Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Polewali Mandar, Muhammad Firman Jaelani, membenarkan adanya penutupan sementara tersebut. Namun, ia tidak merinci seluruh daftar 29 dapur yang terdampak.

Menurut Firman, langkah ini merupakan bentuk keseriusan Badan Gizi Nasional dalam menjaga kualitas dan profesionalisme pelaksanaan program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

“Penutupan ini dilakukan agar seluruh mitra MBG, khususnya di Polewali Mandar, dapat menjalankan program sesuai standar, menjaga kualitas, serta mengikuti seluruh aturan dan SOP yang berlaku,” ujarnya.

Beberapa dapur MBG yang ditutup pada tahap pertama antara lain SPPG Takatidung 1, SPPG Takatidung 3, SPPG Balanipa Galung Tuluk, SPPG Matakali Pasiang, SPPG Tinambung, SPPG Balanipa Pambusuang, SPPG Campalagian Parappe, SPPG Laliko, SPPG Luyo Mapilli Barat 2, SPPG Tutar Taramanu, SPPG Anreapi Duampanua, dan SPPG Limboro.

Sementara pada tahap kedua, penutupan meliputi SPPG Matakali, SPPG Patampanua, SPPG Madatte, SPPG Campalagian Kenje, SPPG Campalagian Parappe I, SPPG Alu Petoosang, SPPG Campalagian Bonde, SPPG Luyo Mapilli Barat, SPPG Tinambung 2, SPPG Campalagian Pappang 1, SPPG Tapango Palitakan, SPPG Campalagian Pappang 2, SPPG Balanipa Sabang Subik, SPPG Balanipa, SPPG Luyo Puccadi, SPPG Lagi Agi, dan SPPG Bulo Pulliwa.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti kapan dapur-dapur tersebut dapat kembali beroperasi. Namun sesuai ketentuan BGN, operasional baru dapat dibuka kembali setelah seluruh persyaratan dipenuhi, termasuk pengurusan SLHS serta penyediaan IPAL sesuai standar yang ditetapkan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x