21 dari 24 Kabupaten/Kota di Sulsel Alihkan RKUD ke Bank Syariah, Pemprov Perkuat Ekosistem Halal

Mardianto
2 Nov 2026 18:33
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Sebanyak 21 dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan telah mengalihkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke layanan perbankan syariah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di daerah.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan capaian tersebut dalam Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026 di Makassar, Senin (2/11/2026).

Ia menjelaskan, Pemprov Sulsel terus mendorong implementasi program Syariah First, termasuk pemanfaatan layanan perbankan syariah dalam pengelolaan keuangan pemerintah daerah.

Selain mendorong penggunaan layanan perbankan syariah, pemerintah daerah juga memperkuat ekosistem industri halal melalui fasilitasi sertifikasi halal dan pengembangan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Andi Sudirman, pengembangan keuangan syariah tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi meningkatkan daya saing ekonomi daerah dan memperluas peluang Indonesia dalam industri halal global.

Potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui sinergi antara pemerintah daerah, regulator, lembaga keuangan, dan pelaku usaha. Dengan demikian, pengembangan keuangan syariah dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dalam forum yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut, Andi Sudirman juga menekankan pentingnya penguatan ekosistem ekonomi syariah secara menyeluruh.

IIFS 2026 menjadi ruang pertemuan antara regulator, pemerintah, industri, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk membahas arah pengembangan keuangan syariah nasional.

Capaian pengalihan RKUD di 21 kabupaten/kota menunjukkan salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pemanfaatan layanan keuangan syariah. Ke depan, penguatan tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan industri halal, pemberdayaan UMKM, serta perluasan akses pembiayaan bagi masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page