UPA Buka Jalan Pendidikan Anak Perbatasan, Ratusan Pemuda Kalimantan Utara Dapat Beasiswa Penuh

Mardianto
12 Sep 2026 23:55
3 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Yayasan Patria Artha melalui Universitas Patria Artha (UPA) mengambil bagian dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi anak-anak muda dari wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya Kalimantan Utara.

Program tersebut memberikan beasiswa pendidikan penuh hingga mahasiswa menyelesaikan delapan semester. UPA menanggung biaya pendidikan, termasuk SPP dan biaya pendaftaran, sementara kebutuhan hidup dan perjalanan menuju Makassar masih menjadi tanggungan mahasiswa dan keluarganya.

Rektor UPA, Bastian Lubis, mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen Yayasan Patria Artha untuk memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari wilayah perbatasan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

“Yang Patria tanggung adalah biaya pendidikannya. SPP langsung spesial, kami tanggung semua,” kata Bastian didepan sejumlah orang tua mahasiswa baru asal Kaltara, Sabtu (12/9).

Menurut Bastian, mahasiswa dari perbatasan bahkan harus menempuh perjalanan panjang dan mengeluarkan biaya sendiri untuk datang ke Makassar. Mereka juga masih harus menanggung biaya tempat tinggal selama menjalani pendidikan.

“Memang tidak ada biaya. Mereka datang biaya sendiri juga untuk kapal, buat naik kapal ke sini. Terus kos, biaya sendiri juga,” ujarnya.

Bastian mengatakan perhatian terhadap anak-anak di wilayah perbatasan menjadi penting karena masih terdapat daerah yang selama puluhan tahun belum tersentuh program beasiswa pendidikan secara memadai.

Ia mencontohkan Desa Tepian, wilayah perbatasan yang aksesnya cukup sulit. Untuk mencapai wilayah tersebut, perjalanan bahkan harus menggunakan ketinting melalui sungai karena akses jalan yang terputus.

“Bahkan ada yang sampai 25 tahun belum pernah tersentuh beasiswa, di Desa Tepian itu,” katanya.

Menurut Bastian, keterbatasan informasi juga menjadi salah satu persoalan yang membuat anak-anak di daerah perbatasan tidak mengetahui peluang pendidikan yang tersedia. Karena itu, pihaknya berupaya turun langsung ke wilayah tersebut untuk menyampaikan informasi sekaligus menjangkau calon mahasiswa.

Ia menyebutkan, jumlah penerima manfaat program pendidikan UPA dari Kalimantan Utara saat ini telah mencapai ratusan orang dan terus bertambah. Sebanyak 165 orang disebut telah mendaftar untuk mendapatkan beasiswa, sementara target penerimaan tahun ini sekitar 100 mahasiswa.

Bastian berharap pemerintah daerah ikut terlibat, terutama dalam memenuhi kebutuhan biaya hidup mahasiswa selama menempuh pendidikan di Makassar.

“Targetnya 100 orang. Yang sudah mendaftar 165 orang, khusus Kaltara. Saya harap pemerintah ikut terlibat. Kami sudah siapkan SPP, ya pemerintah tanggung biaya living cost-nya. Masa dilepas saja,” ujarnya.

Ia menilai, dukungan terhadap pendidikan anak-anak perbatasan penting karena mereka merupakan sumber daya manusia yang kelak dapat kembali membangun daerah asalnya.

“Kalau mereka pulang, berhasil. Bagus itu. Banyak anak muda potensial. Jangan orang luar masuk mengabdi. Kalau mau maju daerah, disekolahkan anak-anaknya,” kata Bastian.

Bastian juga menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar memberikan pendidikan gratis, tetapi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia dari daerah perbatasan agar memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Ia menyebut sebagian besar orang tua mahasiswa berasal dari keluarga sederhana, termasuk petani. Kondisi ekonomi tersebut membuat biaya pendidikan tinggi menjadi persoalan tersendiri apabila tidak mendapat dukungan.

Karena itu, UPA berkomitmen membuka akses pendidikan tanpa membebankan biaya kuliah kepada mahasiswa penerima beasiswa. Bastian berharap dukungan tersebut dapat dilanjutkan dengan keterlibatan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan hidup mahasiswa selama berada di Makassar.

“Harus ada pemerintahnya, harus ada perhatian kepada anak-anaknya. Jangan dilepas seperti begitu saja,” ujarnya.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Yayasan Patria Artha dan UPA dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari kawasan yang memiliki keterbatasan akses, khususnya wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x