

Kabareditorial.com, Makassar — Sebanyak 33 peserta Kepaniteraan Umum (Panum) Program Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa (FK Unibos) menjalani pembekalan sebelum memasuki dunia pendidikan klinik di rumah sakit dan wahana pendidikan.
Kegiatan Kepaniteraan Umum Periode 14–18 September 2026 tersebut berlangsung di Ruang Kelas A Lantai 3 Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa. Tahapan ini menjadi bagian penting untuk mempersiapkan dokter muda menghadapi lingkungan klinik sekaligus berinteraksi langsung dengan pasien dan tenaga kesehatan.
Pembukaan Kepaniteraan Umum dilaksanakan Senin (14/9/2026) dan dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa, Dr. dr. Rahmawati Thamrin, Sp.And. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Dekan I Bidang Akademik, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, serta seluruh peserta Kepaniteraan Umum.
Dalam arahannya, Rahmawati menekankan bahwa memasuki tahap kepaniteraan klinik bukan sekadar melanjutkan proses pembelajaran, tetapi juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mulai membangun sikap dan tanggung jawab sebagai calon dokter.
Menurutnya, dokter muda akan berhadapan langsung dengan pasien maupun berbagai pihak di lingkungan rumah sakit dan puskesmas. Karena itu, kemampuan akademik harus berjalan beriringan dengan profesionalisme, integritas, serta rasa kemanusiaan.
“Bekerjalah secara profesional. Ini bukan hanya belajar, tetapi anggaplah kalian belajar dan bekerja sebagai dokter. Walaupun masih dokter muda, ini adalah tahap di mana kalian belajar menjadi seorang dokter yang memiliki sikap, integritas, dan rasa kemanusiaan yang lebih tinggi,” ujar Rahmawati.
Ia juga mengingatkan peserta untuk menjaga integritas pribadi sekaligus nama baik institusi selama menjalani pendidikan profesi.
Rahmawati mendorong para dokter muda tidak hanya menerima materi yang diberikan, tetapi aktif bertanya dan menggali berbagai persoalan yang berpotensi ditemui ketika menjalani kepaniteraan klinik.
“Jangan hanya menerima materi saja. Bertanyalah, carilah pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul ketika kalian berada di rumah sakit. Materi yang diberikan mungkin belum cukup, tetapi pertanyaan yang kalian ajukan dapat menambah pemahaman,” lanjutnya.
Rangkaian Kepaniteraan Umum FK Unibos dirancang sebagai pembekalan menyeluruh sebelum peserta memasuki tahapan kepaniteraan klinik.
Materi diawali dengan Peraturan Akademik serta Panduan Kepaniteraan Klinik Profesi Dokter yang disampaikan oleh dr. Stazia Noija, M.HPE., FFRI.
Selanjutnya, dr. Noor Yasni, M.Biomed., Sp.JP memberikan pengenalan mengenai Pendidikan Program Profesi Dokter FK Unibos. Materi tersebut mencakup kontrak belajar dan tata cara penulisan penugasan, pembagian kelompok, hingga penjelasan mengenai logbook, modul, dan portofolio.
Pembekalan kemudian dilanjutkan dengan review teori dan keterampilan dari berbagai bidang ilmu klinik.
Para peserta mendapatkan materi Ilmu Penyakit Dalam, Neurologi, Kardiologi, Radiologi, Dermatovenerologi, Jiwa, Bedah, Basic Life Support, Ilmu Kesehatan Mata, THT-KL, Orthopedi, Ilmu Kesehatan Anak, Kedokteran Industri, Kedokteran Komunitas, Anestesi, serta Obstetri dan Ginekologi.
Materi dibawakan oleh sejumlah dokter spesialis dan akademisi sesuai bidang keahliannya. Dengan demikian, dokter muda mendapat kesempatan memperkuat kembali pengetahuan sekaligus keterampilan yang akan digunakan ketika menjalani kepaniteraan klinik.
Bekal Etika, Medikolegal hingga Keselamatan Pasien
Kepaniteraan Umum tidak hanya berfokus pada kemampuan klinis. Aspek etika dan profesionalisme juga menjadi bagian penting dalam pembekalan.
Materi mengenai etika dan profesionalisme, medikolegal, serta rekam medis (MR) disampaikan oleh dr. Andi Annisa Anwar, M.H., Sp.FM, M.Kes.
Peserta juga mendapatkan review teknis pemeriksaan kedokteran forensik medikolegal. Pembekalan ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap aspek hukum dan profesional yang melekat dalam praktik kedokteran.
Pesan tersebut sejalan dengan arahan Dekan FK Unibos yang meminta dokter muda menjaga perilaku, kehormatan, serta integritas institusi selama menjalani pendidikan profesi.
“Jaga kesehatan, jaga diri, jaga kehormatan institusi dan integritas institusi. Kalian sudah dewasa dan harus tahu mana yang salah dan mana yang benar,” tegas Rahmawati.
Ia juga mendorong para peserta menjaga kekompakan dan membangun komunikasi yang baik, baik dengan sesama mahasiswa maupun dengan seluruh pihak di lingkungan pendidikan klinik.
Menurutnya, komunikasi dan hubungan yang baik diperlukan untuk menciptakan suasana pendidikan klinik yang kondusif serta menghindari konflik selama menjalani berbagai rotasi.
Sebagai bagian dari persiapan memasuki lingkungan klinik, para peserta juga memperoleh orientasi mengenai RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan sebagai rumah sakit pendidikan utama.
Materi orientasi disampaikan Direktur RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan, Suharnah, SKM., M.Tr.Ap.
Pembekalan dilanjutkan dengan materi mengenai tata tertib, hak dan kewajiban mahasiswa Program Pendidikan Dokter (MPPD) di rumah sakit serta peranan Komite Koordinasi Pendidikan (Komkordik) dalam pelaksanaan kepaniteraan klinik.
Penjelasan mengenai peranan Komkordik disampaikan oleh dr. Ade Chandra, Sp.THT-BKK, M.Kes. Sementara aturan mengenai siklus stase dan rotasi departemen disampaikan oleh dr. Hanan Kishwari Abrar, M.H.Kes.
Aspek Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) turut menjadi bagian dari pembekalan melalui materi yang disampaikan dr. Muhammad Rum, Sp.An-KIC.
Sementara itu, aspek keselamatan di lingkungan klinik diperkuat melalui materi Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Patient Safety yang disampaikan dr. Pasrah Kitta, Sp.An.
Kemampuan komunikasi efektif juga dibekali melalui materi yang disampaikan dr. Januarsari Triwaty, Sp.KJ.
Rangkaian Kepaniteraan Umum Periode 14–18 September 2026 kemudian ditutup dengan pelaksanaan post-test dan penutupan yang kembali dipimpin Dekan FK Unibos, Dr. dr. Rahmawati Thamrin, Sp.And.
Melalui kegiatan tersebut, sebanyak 33 dokter muda FK Unibos dipersiapkan untuk memasuki lingkungan pendidikan klinik dengan bekal pengetahuan, keterampilan, etika, komunikasi, serta pemahaman mengenai keselamatan pasien.
Bagi FK Unibos, Kepaniteraan Umum menjadi salah satu tahapan penting dalam pendidikan profesi dokter untuk membentuk calon dokter yang tidak hanya memiliki kompetensi klinis, tetapi juga menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, kepedulian, dan tanggung jawab kemanusiaan dalam menjalankan profesinya.


Tidak ada komentar