Poltekpar Makassar Berdayakan Ibu-Ibu Kampung Sawundarek Raja Ampat Lewat Program Pariwisata Berkelanjutan

Mardianto
21 Mei 2026 12:20
3 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Politeknik Pariwisata Makassar menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kampung Sawundarek, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya pada 17–18 Mei 2026.

Program tersebut mengusung tema “Pengelolaan Desa Wisata Bahari Berkelanjutan melalui Tata Kelola Potensi Desa, Digital Marketing, dan Tata Hidangan” yang difokuskan kepada kelompok perempuan dan ibu-ibu setempat sebagai pelaku utama pelayanan homestay keluarga dan ekonomi kreatif wisata bahari.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Poltekpar Makassar, Ilham Djunaid, yang hadir mewakili Direktur Poltekpar Makassar.

Pelaksanaan PKM tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi berdasarkan Keputusan Direktur Politeknik Pariwisata Makassar Nomor SK/155/HK.01.02/PTP.3/2026.

Melalui program ini, Poltekpar Makassar berupaya memperkuat kapasitas masyarakat di destinasi pariwisata super prioritas nasional, sekaligus memperkecil kesenjangan kompetensi masyarakat lokal dengan kebutuhan industri pariwisata.

Materi pelatihan dibagi dalam tiga fokus utama, yakni tata kelola potensi desa wisata, digital marketing, dan tata hidangan berbasis standar pelayanan perhotelan.

Pada sesi tata kelola desa, peserta diberikan pemahaman mengenai cara mengidentifikasi dan mengemas potensi lokal menjadi daya tarik wisata yang bernilai ekonomi. Sementara materi digital marketing difokuskan pada penguatan promosi homestay dan potensi wisata desa secara mandiri melalui platform digital.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan tata hidangan untuk meningkatkan higienitas, estetika, dan kualitas pelayanan konsumsi bagi wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat.

Program ini menghadirkan tiga narasumber dari Poltekpar Makassar, yakni Islahuddin, Hamsu Hanafi, dan Nur Salam.

Direktur Politeknik Pariwisata Makassar, Herry Rachmat Widjaja, dalam sambutan tertulisnya menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam pembangunan sektor pariwisata.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat lokal, khususnya kelompok ibu-ibu di Kampung Sawundarek, tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan pariwisata bahari Raja Ampat. Melalui penguatan tata kelola potensi desa dan standar baku tata hidangan yang kami sampaikan, kemandirian ekonomi keluarga berbasis pariwisata berkelanjutan dapat terwujud secara nyata,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Kepala Desa Sawundarek, Alfons, yang menilai program tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat desa.

“Kami sangat berterima kasih atas pelaksanaan kegiatan ini. Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Sawundarek agar dapat ikut maju dan sejahtera dalam mengelola potensi wisata yang kami miliki,” katanya.

Keterlibatan aktif kelompok ibu-ibu Sawundarek dinilai menjadi faktor penting dalam pengembangan pariwisata berbasis komunitas atau community-based tourism di Raja Ampat.

Melalui program PKM ini, Poltekpar Makassar berharap penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan desa wisata bahari dapat berjalan lebih aplikatif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi vokasi dan masyarakat penggerak pariwisata di tingkat desa.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x