Poltekbos Jadi Tuan Rumah SEMNASTEK 2026, Jembatani Lulusan Teknik Elektro dengan Industri Global

Mardianto
23 Sep 2026 16:44
4 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Politeknik Bosowa (Poltekbos) menjadi tuan rumah Seminar Nasional Teknik Elektro (SEMNASTEK) 2026 yang dirangkaikan dengan Temu Regional Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia (FORTEI) Regional IV.

Mengusung tema “Bridging Electrical Engineering Graduates with Global Industry Standards and Intelligent Ecosystems for Excellent Accreditation”, kegiatan tersebut berlangsung di Torilangi Ballroom, Gedung Menara Bosowa, Makassar, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, S.H., Direktur Politeknik Bosowa Dr. Ir. Isminarti, S.T., M.T., Ketua FORTEI Regional IV Dr. Ir. Yuli Asmi Rahman, S.T., M.Eng., Ketua Panitia SEMNASTEK 2026 Ir. Syahrul Mustafa, S.T., M.T., serta akademisi, dosen, peneliti, mahasiswa, praktisi, dan pemangku kepentingan di bidang teknik elektro.

SEMNASTEK 2026 menjadi forum strategis untuk membahas tantangan pendidikan tinggi teknik elektro, khususnya dalam menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri global.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, S.H., dalam sambutannya mendorong lulusan teknik elektro agar tidak hanya berorientasi untuk mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja melalui kompetensi dan inovasi yang dimiliki.

“Saya berharap lulusan sarjana teknik elektro ini atau melalui FORTEI tidak lagi hanya berbicara tentang di mana bekerja. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana alumni mahasiswa ini nanti bisa menjadi pekerja,” jelasnya.

Menurut Munafri, perkembangan teknologi membuka peluang yang luas bagi lulusan teknik elektro untuk mengambil peran dalam berbagai sektor. Mulai dari kendaraan listrik, energi baru terbarukan, digitalisasi, hingga Internet of Things (IoT).

Ia juga membuka peluang kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dengan perguruan tinggi dan FORTEI dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat dan persoalan perkotaan.

“Ini merupakan kesempatan yang baik buat saya agar kiranya ini bisa menjadi ruang kolaborasi yang baik antara Pemerintah Kota Makassar dengan FORTEI,” tambahnya.

Direktur Politeknik Bosowa Dr. Ir. Isminarti, S.T., M.T., menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Perguruan tinggi tidak cukup hanya mencetak lulusan dengan kemampuan akademik. Kita perlu memastikan mahasiswa memiliki kompetensi, pengalaman, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan menghadapi perkembangan industri yang semakin dinamis,” papar Isminarti.

Menurut Isminarti, perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut perguruan tinggi untuk terus melakukan pembaruan, baik dalam proses pembelajaran, penelitian maupun pengembangan kerja sama dengan dunia industri.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan organisasi profesi menjadi sangat penting. Melalui kolaborasi inilah kita dapat membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat dan menghasilkan lulusan teknik elektro yang mampu bersaing, berinovasi, serta memberikan solusi bagi masyarakat.”

Ketua Panitia SEMNASTEK 2026 Ir. Syahrul Mustafa, S.T., M.T., mengatakan pelaksanaan kegiatan ini menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai gagasan, penelitian, dan pengalaman dari perguruan tinggi maupun praktisi.

“SEMNASTEK 2026 kami hadirkan sebagai ruang untuk mempertemukan gagasan, penelitian, pengalaman, dan praktik terbaik dari berbagai perguruan tinggi. Kami berharap forum ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat melahirkan kolaborasi dan gagasan yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan teknik elektro dan kebutuhan industri,” jelas Syahrul.

Syahrul menambahkan, tantangan pendidikan tinggi saat ini tidak hanya berkaitan dengan penguasaan teori, tetapi juga bagaimana membentuk lulusan yang memiliki kemampuan adaptasi, inovasi, serta mampu menyelesaikan persoalan nyata di dunia industri.

Dalam seminar nasional, sejumlah isu strategis menjadi pembahasan utama. Salah satunya materi “Peningkatan Kinerja Dosen dan Riset: Pilar Strategis Membangun Ekosistem Prodi Berakreditasi Unggul” yang disampaikan Prof. Dr. Eng. Ir. Arief Udhiarto, S.T., M.T., IPU.

Selanjutnya, Dr. Ir. Isminarti, S.T., M.T., membawakan materi mengenai peran strategis perguruan tinggi swasta di Indonesia dalam mencetak lulusan perguruan tinggi yang siap memasuki dunia kerja.

Sementara itu, isu kesenjangan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri dibahas melalui materi “Menjembatani Kesenjangan: Membangun Lulusan Teknik Elektro yang Adaptif terhadap Kebutuhan Industri Global” yang disampaikan Andi Ibnu Munzir, A.Md., selaku pelaksana K3 PT PLN Indonesia Power UBP Barru.

Rangkaian materi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang dimoderatori Ir. Umar Muhammad, S.T., M.T., IPM.

SEMNASTEK 2026 dilaksanakan secara hybrid, sehingga dapat diikuti peserta secara langsung maupun daring.

Selain seminar nasional, kegiatan dirangkaikan dengan Seminar Paralel dan Temu Regional FORTEI Regional IV. Agenda tersebut menjadi ruang bagi perguruan tinggi untuk bertukar gagasan, melakukan konsolidasi organisasi, membahas program kerja, serta menyinkronkan agenda FORTEI ke depan.

Melalui kegiatan ini, FORTEI bersama perguruan tinggi mendorong penguatan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, dan inovasi teknologi.

Pelaksanaan SEMNASTEK 2026 di Makassar diharapkan tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga menjadi jembatan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri dalam mempersiapkan lulusan teknik elektro yang kompeten, adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan industri global.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x