Petani Kuat, Pangan Terjaga: DP2 Makassar Dorong Pertanian Berbasis Teknologi

Mardianto
22 Agu 2026 17:36
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu fondasi ketahanan pangan daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui pertemuan langsung dengan kelompok tani dalam kegiatan Musyawarah Tani Abbulo Sibatang di Barombong.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Makassar turut menyalurkan dukungan sarana produksi pertanian kepada kelompok tani sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas petani di tengah tantangan musim kering dan keterbatasan lahan.

Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Aulia Arsyad, S.STP., M.Si., mengatakan penguatan kapasitas dan dukungan kepada petani menjadi hal penting untuk memastikan produksi pangan tetap berjalan.

“Petani harus kita kuatkan karena ketika petani kuat, ketahanan pangan juga ikut terjaga. Karena itu, dukungan sarana produksi menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah menjaga produktivitas mereka,” ujar Aulia.

Menurutnya, tantangan pertanian perkotaan saat ini semakin kompleks, mulai dari keterbatasan lahan hingga kondisi cuaca yang tidak menentu. Karena itu, pola pengembangan pertanian perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Ke depan kita tidak hanya mengandalkan cara-cara konvensional. Pemanfaatan teknologi, pengembangan greenhouse, peningkatan indeks pertanaman, sampai urban farming akan terus kita dorong agar pertanian Makassar semakin produktif,” katanya.

Aulia menilai pengembangan teknologi pertanian juga dapat menjadi solusi untuk mengoptimalkan lahan yang semakin terbatas di kawasan perkotaan. Dengan pendekatan tersebut, produktivitas lahan diharapkan tetap dapat ditingkatkan tanpa harus bergantung pada ketersediaan lahan yang luas.

Selain menjaga produktivitas petani, penguatan sektor pertanian juga diarahkan untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat Kota Makassar.

“Kita ingin pertanian di Makassar tetap tumbuh dan mampu memberikan kontribusi terhadap kebutuhan pangan kota. Teknologi dan inovasi harus kita manfaatkan untuk menjawab tantangan yang ada,” tutur Aulia.

Melalui Musyawarah Tani Abbulo Sibatang, pemerintah juga membuka ruang dialog dengan kelompok tani untuk mengetahui kebutuhan dan persoalan yang dihadapi petani secara langsung.

Sinergi antara pemerintah dan kelompok tani diharapkan dapat memperkuat sektor pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan di Kota Makassar.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x