

Kabareditorial.com, Makassar — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menilai PT Pegadaian menjadi salah satu pemain terdepan dalam industri keuangan nonbank di wilayah tersebut. Kinerja perusahaan dinilai turut memperkuat peran industri keuangan dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Mochammad Muchlasin, mengatakan Pegadaian memiliki posisi strategis dalam ekosistem jasa keuangan nonbank, terutama karena produk dan layanannya telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Menurut Muchlasin, salah satu perkembangan yang mendapat perhatian adalah penguatan bisnis bullion Pegadaian, yang dinilai menjadi bagian penting dari inovasi perusahaan dalam mengembangkan ekosistem emas.
“Pegadaian menjadi salah satu yang paling terdepan dalam layanan keuangan nonbank. Bullion Pegadaian juga menjadi salah satu yang terbaik,” kata Muchlasin.
Menurutnya, pengembangan bisnis bullion memberikan dimensi baru bagi industri keuangan, khususnya dalam pengelolaan dan pemanfaatan emas sebagai aset.
Langkah tersebut juga sejalan dengan semakin berkembangnya ekosistem emas di Indonesia, mulai dari kepemilikan, perdagangan, penyimpanan hingga layanan berbasis emas.
Muchlasin mengatakan posisi Pegadaian dalam industri keuangan nonbank tidak terlepas dari kemampuannya menghadirkan produk yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Kinerja sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) sendiri menjadi salah satu bagian yang terus dipantau OJK dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan daerah. OJK Sulselbar sebelumnya menyatakan sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan sepanjang 2025 tetap stabil dan menunjukkan pertumbuhan positif, termasuk pada sektor IKNB. (Gosulsel.com)
Pengembangan bisnis bullion Pegadaian menjadi salah satu inovasi yang mendapat perhatian karena memperluas aktivitas perusahaan dari bisnis gadai dan pembiayaan menuju ekosistem emas yang lebih terintegrasi.
Melalui bisnis tersebut, emas tidak hanya diposisikan sebagai barang jaminan, tetapi juga sebagai aset yang dapat dikelola melalui berbagai aktivitas bisnis dan layanan.
Bagi OJK, perkembangan tersebut menunjukkan semakin beragamnya layanan dalam industri keuangan nonbank sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk mengakses produk keuangan melalui instrumen emas.
Muchlasin mengatakan penguatan industri jasa keuangan harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Dengan semakin beragamnya produk, masyarakat juga perlu memahami karakteristik dan risiko dari setiap layanan yang digunakan.
OJK sendiri terus mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan sebagai bagian dari upaya memastikan pertumbuhan sektor jasa keuangan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VI Sulselbar Maluku, Pratikno, mengatakan penilaian tersebut menjadi dorongan bagi Pegadaian untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menjaga kepercayaan masyarakat.
“Angka-angka dan capaian bisnis itu sebenarnya merupakan bentuk kepercayaan masyarakat kepada kami. Kepercayaan itu terus kami bangun dengan melakukan perbaikan di segala sektor, termasuk layanan dan customer experience,” kata Pratikno.
Ia mengatakan Pegadaian akan terus mengembangkan produk berbasis emas sekaligus memperluas literasi dan inklusi keuangan masyarakat di wilayah Sulselbar Maluku.


Tidak ada komentar