OJK Dukung Peningkatan Gizi dan Inklusi Keuangan di Wilayah 3T Lewat Launching SPPG Talaka di Pangkep

Mardianto
19 Okt 2025 11:41
3 menit membaca

Kabareditorial.com, Pangkep — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Industri Jasa Keuangan (IJK) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat serta memperluas akses keuangan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

‎Komitmen ini diwujudkan melalui partisipasi OJK dalam kegiatan Launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talaka yang digelar di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Sabtu (18/10).

‎Kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi antara pemerintah, sektor keuangan, dan masyarakat dalam memperkuat kualitas hidup serta kemandirian ekonomi masyarakat di daerah.

‎Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Mochammad Muchlasin mengatakan, inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi Arah Kebijakan Presiden Republik Indonesia dan selaras dengan Program Asta Cita, khususnya Asta Cita ke-3 dan ke-4, yang menekankan peningkatan kualitas manusia Indonesia melalui pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, serta pemerataan pembangunan dan pemberdayaan daerah.

‎“Kami meyakini bahwa program ini selaras dengan Asta Cita ke-3 dan ke-4, yang menekankan pemerataan pembangunan dan pemberdayaan daerah untuk memperkuat keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Muchlasin dalam siaran pers resminya.

‎Muchlasin menyebut, OJK memiliki peran strategis bukan hanya menjaga stabilitas sistem keuangan, tetapi juga memastikan manfaat sektor keuangan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah 3T.

‎Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa OJK bersama perbankan dan lembaga jasa keuangan terus mendorong pelaksanaan edukasi keuangan, inklusi keuangan, dan pembiayaan produktif yang menyentuh langsung masyarakat di tingkat akar rumput. Pendekatan tersebut, katanya, merupakan bagian dari semangat pembangunan berkelanjutan yang menempatkan kesejahteraan manusia sebagai prioritas utama.

‎“Sektor jasa keuangan tidak boleh hanya tumbuh di kota besar. Melalui program seperti SPPG Talaka, kami ingin memastikan masyarakat di daerah juga memiliki akses terhadap pembiayaan dan layanan keuangan yang inklusif,” tambahnya.

‎Program SPPG Talaka dirancang sebagai dapur pusat yang memproduksi dan mendistribusikan makanan sehat bergizi untuk mendukung pelaksanaan program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎Melalui penyediaan makanan bergizi tersebut, program ini diharapkan mampu meningkatkan status gizi anak-anak, mencegah kekurangan gizi, serta mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal.

‎Selain memperbaiki aspek kesehatan, program ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dapat berperan dalam penyediaan modal kerja bagi penyelenggara SPPG maupun petani sebagai pemasok bahan baku lokal. Dengan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, dan tata kelola yang baik, sistem pembiayaan ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program dan mendorong kemandirian ekonomi desa.

‎“Program ini bukan hanya soal makanan bergizi, tapi juga tentang pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Kami berharap SPPG Talaka bisa menjadi contoh bagi kabupaten lain di Sulawesi Selatan,” kata Muchlasin.

‎Program SPPG Talaka diharapkan menjadi model integrasi antara peningkatan gizi dan inklusi ekonomi masyarakat yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Melalui dukungan lintas sektor yang melibatkan regulator, pemerintah daerah, dunia usaha, dan industri keuangan, program ini mencerminkan semangat kolaborasi untuk memperkuat kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat.

‎“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pangkep, mitra industri keuangan, serta seluruh pihak yang telah mendukung kolaborasi ini. Mari kita lanjutkan sinergi ini untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, berdaya, dan inklusif secara ekonomi,” tutupnya.

‎Kegiatan Launching SPPG Talaka turut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Pangkep, pimpinan perbankan dan lembaga jasa keuangan, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat yang antusias menyambut hadirnya program ini.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x