

Kabareditorial.com, Makassar — Makassar akan menjadi titik temu para pemimpin lintas sektor dalam Makassar Leadership Summit (MLS) 2026. Forum yang mengangkat tema “Inspirasi Besar dari Timur Indonesia” ini akan mempertemukan tokoh nasional, menteri, CEO, pemimpin SDM, akademisi, hingga emerging leader untuk membahas arah kepemimpinan di tengah perubahan teknologi dan dunia kerja.
MLS 2026 dijadwalkan berlangsung di Sandeq Ballroom, Hotel Claro Makassar, Kamis, 8 Oktober 2026. Lebih dari 500 peserta diproyeksikan menghadiri agenda yang digagas Perkumpulan Manajemen Sumberdaya Manusia (PMSM) Indonesia DPD Sulsel bersama Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) Sulsel dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel.
Sejumlah nama besar dijadwalkan mengisi forum tersebut. Di antaranya Wakil Presiden RI periode 2004–2009 dan 2014–2019, HM Jusuf Kalla, Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, hingga sejumlah CEO dan direktur perusahaan nasional.
Ketua Panitia sekaligus Founder Makassar Leadership Summit 2026, Fauziah Zulfitri, mengatakan pemilihan Makassar sebagai lokasi penyelenggaraan bukan sekadar pertimbangan geografis. Menurutnya, Indonesia Timur memiliki pengalaman dan perspektif kepemimpinan yang penting untuk dibawa ke ruang diskusi nasional.
“Puluhan tahun wawasan kepemimpinan tumbuh dari Timur Indonesia mengajarkan kami satu hal bahwa lokasi tidak pernah membatasi besarnya sebuah gagasan,” ujar Fauziah dalam konferensi pers di Verda Contemporary Cuisine, Makassar, Kamis (1/10/2026).
Ia mengatakan MLS dirancang untuk mempertemukan berbagai latar belakang kepemimpinan dalam satu ruang dialog. Forum tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi membuka peluang kolaborasi lintas sektor.
Pada sesi keynote, Jusuf Kalla dijadwalkan menyampaikan materi “Leading from the East”. Sementara Menteri Ketenagakerjaan Yassierli akan membawakan tema “Transforming Bureaucracy for Faster and Impactful Public Policies”.
Fauziah mengatakan pembahasan birokrasi akan diarahkan pada kebutuhan menghadirkan kebijakan publik yang lebih cepat dan responsif, termasuk dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.
“Tujuannya adalah agar kebijakan publik yang dihasilkan benar-benar memberikan dampak nyata dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya.
Agenda kemudian berlanjut melalui sejumlah panel yang mengangkat isu kepemimpinan dari perspektif berbeda.
Panel “Inclusive and Sustainable Leadership” akan menghadirkan Chief Human Capital Officer PT Vale Indonesia Tbk Heriyanto Agung Putra dan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.
Sementara tema “Human-Centered Leadership” akan dibahas Founder Insight Sinergi Talenta Fauziah Zulfitri, President Director Mercer Indonesia Isdar Andre M, serta Director of Strategy and Advisory KTM Solutions Ivan Ahda.
Adapun tema “Transformational Leadership” menghadirkan Direktur Utama PT Garuda Indonesia periode 2020–2024 Irfan Setiaputra, CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi, dan CEO Great Giant Foods Tommy Wattimena.
Panel berikutnya mengangkat “Resilience Leadership” dengan pembicara Presiden Direktur BCA Hendra Lembong, People & Culture Director KALLA Disa Rizky Novianty, serta Direktur MNC Angela Tanoesoedibjo.
Sementara perkembangan kecerdasan buatan dan perubahan dunia kerja akan menjadi fokus panel “AI Ready Leadership”, yang menghadirkan Chief People Officer tiket.com sekaligus Ketua Umum PMSM Dudi Arsandi, Chief Business Development Officer BINAR Dita Maharani Aisyah, serta Vice President Consumer Business Area Pamasuka Telkomsel Robby Aris Cahyady.
Selain sesi panel, MLS 2026 menghadirkan inspiring talk dari President Maxwell Leadership Indonesia David Tjokrorahardjo dengan tema “Outgrow Your Leadership” dan Founder Daily Meaning sekaligus Certified Executive Leadership Coach Alexander Sriewijono melalui materi “Pain of Leadership”.
AI, Manusia, dan Keberlanjutan
Wakil Direktur GNIK Area Sulsel Hasnaeni Asri mengatakan MLS 2026 disiapkan sebagai ruang kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, perubahan teknologi membuat kepemimpinan tidak cukup hanya berbicara mengenai pencapaian organisasi, tetapi juga kesiapan manusia dan keberlanjutan.
“MLS 2026 merupakan ekosistem kepemimpinan lintas sektor untuk bertukar wawasan, memperluas perspektif, dan membangun kolaborasi strategis yang menghasilkan transformasi nyata bagi organisasi dan masyarakat,” ujar Hasnaeni.
Ia menyebut terdapat sejumlah isu utama yang menjadi perhatian, mulai dari resilience and adaptive leadership, human-centered leadership, AI-readiness and future of work, hingga sustainability.
Hasnaeni menjelaskan, penyelenggaraan MLS 2026 berpijak pada empat filosofi. Pertama, menempatkan manusia sebagai fondasi kepemimpinan. Kedua, mendorong kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Ketiga, menjadikan sustainability sebagai bagian dari arah pembangunan. Keempat, membangun komunitas yang memiliki ketahanan menghadapi perubahan di organisasi maupun dunia bisnis.
“Bagaimana kita membangun manusia, tentunya itu yang utama, bagaimana kita beradaptasi dengan teknologi, lalu dengan sustainability kita bisa membangun arah ke depannya lebih bagus, serta kita menciptakan komunitas yang punya ketahanan, yang bisa resilient terhadap apa pun yang terjadi di dalam organisasinya atau di dalam bisnisnya,” jelasnya.


Tidak ada komentar