

Kabareditorial.com, Polman — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mengakibatkan longsor di sejumlah titik pada ruas jalan provinsi menuju ibu kota kecamatan, Kamis (14/5/2026).
Material longsor berupa tanah, batu, dan batang kayu menutup badan jalan sehingga akses kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Akibatnya, warga terpaksa berjalan kaki sejauh sekitar tujuh kilometer untuk mencapai rumah mereka karena jalur utama menuju beberapa desa terputus total.
Tumpukan material longsor yang menggunung membuat proses pembersihan sulit dilakukan secara manual. Warga mengaku tidak mampu mengevakuasi batu dan kayu berukuran besar tanpa bantuan alat berat.
Selain memutus akses jalan, banjir dan longsor juga menyebabkan sejumlah desa di Kecamatan Matangnga lumpuh.
Data sementara menyebutkan sedikitnya empat rumah warga mengalami kerusakan parah akibat tertimbun material longsor. Selain itu, sepeda motor milik warga juga dilaporkan hanyut terbawa arus banjir.
Banjir bercampur lumpur turut merusak puluhan hektare area persawahan milik warga sehingga mengancam sektor pertanian setempat.
Masdar, salah seorang warga Matangnga, mengatakan masyarakat sangat membutuhkan bantuan pemerintah untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor.
“Kami terpaksa berjalan kaki sejauh tujuh kilometer karena kendaraan tidak bisa lewat. Kami berharap pemerintah segera mendatangkan alat berat agar jalan bisa dibuka kembali,” ujarnya.
Ia mengkhawatirkan kondisi tersebut dapat berdampak lebih luas apabila akses jalan tidak segera dipulihkan.
“Kalau jalan tidak cepat dibuka, ribuan warga di Matangnga dan beberapa desa bisa kehabisan stok makanan,” katanya.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan darurat dan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.


Tidak ada komentar