Klinik Utama Muhammadiyah Sulsel Siapkan Layanan Spesialistik dan Geriatri

Mardianto
28 Mar 2026 11:29
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Klinik Utama Muhammadiyah Wilayah Sulawesi Selatan mulai menyiapkan sejumlah layanan kesehatan spesialistik setelah peresmian fasilitasnya di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar.

Manajer Klinik Utama Muhammadiyah Sulsel, dr. Imam Nurjaya, Sp.P, mengatakan saat ini pembangunan fasilitas gedung telah selesai dan secara bertahap klinik mulai menyiapkan berbagai layanan medis bagi masyarakat.

“Kami baru menyelesaikan fasilitas gedungnya. Ke depan akan ada banyak layanan seperti layanan emergensi, poliklinik spesialistik, apotek yang beroperasi hingga 20 jam, dan layanan yang diarahkan khusus untuk lansia atau geriatri,” kata Imam.

Untuk tahap awal, klinik baru membuka dua layanan spesialis, yakni poli paru dan poli penyakit dalam. Ia sendiri akan bertugas sebagai dokter spesialis paru di klinik tersebut.

“Yang sudah siap sekarang baru dua poli, yaitu paru dan penyakit dalam,” ujarnya.

Ke depan, sejumlah dokter spesialis lain juga akan bergabung untuk memperkuat layanan kesehatan di klinik tersebut. Total dokter spesialis yang direncanakan akan bertugas mencapai enam orang.

Spesialisasi yang disiapkan antara lain dokter paru, penyakit dalam, jantung, mata, saraf, dan rehabilitasi medis.

Selain layanan rawat jalan, klinik juga menyiapkan fasilitas rawat inap terbatas untuk penanganan awal pasien.

“Ini klinik utama, jadi memang klinik dengan layanan spesialistik. Ada rawat inap, tapi sifatnya penanganan awal saja, bukan seperti rumah sakit,” jelasnya.

Menurut Imam, pasien dapat menjalani perawatan singkat selama satu hingga dua hari untuk kasus-kasus tertentu, seperti dehidrasi akibat diare atau kondisi medis ringan lainnya sebelum dirujuk jika membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Kita bisa melakukan penanganan awal di sini sebelum dirujuk jika memang memerlukan fasilitas rumah sakit,” katanya.

Untuk operasional awal, klinik didukung sekitar 14 tenaga medis dan tenaga pendukung. Komposisinya terdiri dari dokter umum, dokter IGD, dokter spesialis, tenaga farmasi, perawat, serta tenaga kebersihan.

Sementara itu, kerja sama dengan BPJS Kesehatan belum dijalankan. Pihak klinik masih menyiapkan berbagai persyaratan administrasi sebelum layanan tersebut bisa diakses masyarakat.

“Untuk sementara memang belum bekerja sama dengan BPJS, tetapi kami sedang menyiapkan prosesnya,” ujar Imam.

Selain layanan umum, klinik juga menyiapkan layanan kesehatan yang terintegrasi dengan kebutuhan jamaah haji dan umrah, seperti vaksinasi, pemeriksaan kesehatan, hingga pemantauan kondisi penyakit sebelum keberangkatan.

“Ke depan kami juga ingin mengintegrasikan layanan kesehatan bagi jamaah haji dan umrah, seperti vaksinasi dan pemeriksaan fisik sebelum berangkat,” katanya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page