

Kabareditorial.com, Makassar – Menjadi pemimpin tidak selalu dimulai dari ruang-ruang besar. Bagi siswa Boarding Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga, proses itu justru tumbuh dari keseharian di asrama. Dari mengatur kegiatan bersama, belajar mengambil keputusan, hingga memahami arti tanggung jawab terhadap orang lain.
Ruang belajar tersebut hadir melalui Ikatan Siswa Boarding Athirah atau ISBAH. Organisasi siswa ini menjadi wadah bagi penghuni boarding untuk mengembangkan kepemimpinan, membangun kerja sama, dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan asrama yang aktif dan positif.
Di tempat inilah siswa tidak hanya belajar menjadi anggota organisasi. Mereka juga belajar mendengarkan, menyampaikan gagasan, menyelesaikan persoalan, dan memahami bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi.
Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, estafet kepemimpinan ISBAH kembali berlanjut. Pengurus baru resmi dilantik dalam prosesi yang berlangsung di Gedung Gymnasium, Senin (14/9/2026).
Pelantikan dilakukan oleh Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril, didampingi Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga, Mas Aman Uppi. Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya tanggung jawab baru bagi para siswa yang dipercaya memimpin organisasi ISBAH selama satu periode ke depan.
Dalam sambutannya, Syamril mengingatkan bahwa kepemimpinan bukan semata tentang jabatan, melainkan tentang karakter dan kemampuan menjalankan amanah. Ia menekankan pentingnya lima nilai 5C sebagai fondasi kepemimpinan siswa, yaitu Character, Competence, Creativity, Communication, dan Collaboration.
“Pengurus ISBAH harus memiliki karakter yang baik, kompeten menjalankan amanah, kreatif menghadirkan kegiatan yang bermanfaat, mampu berkomunikasi, serta membangun kolaborasi. Nilai-nilai ini penting untuk membentuk pemimpin yang mampu menjadi teladan bagi lingkungannya,” pesannya.
Pengurus ISBAH periode 2026/2027 terpilih melalui proses pemilihan demokratis yang melibatkan seluruh siswa Boarding Athirah Bukit Baruga. Fachri Dwipermana Hati dipercaya memimpin ISBAH Putra, didampingi Kaka Khadungga Susilo sebagai wakil ketua. Sementara ISBAH Putri dipimpin Rahma Anugrah sebagai ketua dan Khayyirah Ramadhani Thamrin sebagai wakil ketua.
Bagi para pengurus baru, kepercayaan tersebut membawa tanggung jawab untuk melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan gagasan baru yang sesuai dengan kebutuhan siswa boarding.
Ketua ISBAH Putra terpilih, Fachri Dwipermana Hati, menyampaikan bahwa amanah tersebut akan dijalankan bersama seluruh pengurus.
“Ini bukan hanya tentang jabatan, tetapi amanah dan tanggung jawab. Kami berharap dapat bekerja bersama seluruh pengurus untuk menjadikan ISBAH organisasi yang aktif, solid, dan bermanfaat bagi seluruh siswa Boarding Athirah,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua ISBAH Putri Rahma Anugrah berharap organisasi yang dipimpinnya dapat menjadi ruang tumbuh bersama bagi seluruh siswa asrama putri.
“Kami ingin menjadikan ISBAH Putri sebagai wadah untuk belajar memimpin, berkolaborasi, dan berkontribusi. Dukungan dari seluruh siswa dan pembina sangat kami harapkan,” tuturnya.
Lebih dari sekadar organisasi siswa, ISBAH menjadi bagian dari proses pendidikan kepemimpinan di Boarding Athirah. Di dalamnya, siswa belajar bahwa memimpin bukan tentang berdiri paling depan, melainkan tentang kesediaan mengambil tanggung jawab dan berjalan bersama orang lain.
Dari asrama, proses itu dimulai. Dari satu generasi ke generasi berikutnya, ISBAH terus menjadi ruang bagi siswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, bertanggung jawab, dan siap memberikan kontribusi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.


Tidak ada komentar