

Kabareditorial.com, Maros — PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin bersama Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar menggelar HEART (Health Environment Airport Talkshow) untuk mendorong terciptanya lingkungan bandara yang sehat, aman, dan nyaman.
Kegiatan yang berlangsung pada 20–21 Agustus 2026 tersebut digelar di dua lokasi, yakni Area Gate 5–6 pada hari pertama dan Area Terminal Keberangkatan dekat Island E pada hari kedua.
HEART menghadirkan sejumlah layanan dan edukasi kesehatan yang dapat dimanfaatkan pekerja, stakeholder, komunitas bandara, hingga pengguna jasa. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran kesehatan di lingkungan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Beragam layanan tersedia dalam kegiatan tersebut, mulai dari promosi kesehatan, deteksi dini Tuberkulosis (TB), pemeriksaan HIV-AIDS melalui layanan VCT Mobile, Cek Kesehatan Gratis (CKG), pengobatan umum, hingga layanan fisioterapi.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, mengapresiasi kolaborasi dengan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar dalam pelaksanaan HEART.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem bandara yang tidak hanya mengedepankan aspek keselamatan dan pelayanan, tetapi juga kesehatan seluruh komunitas yang beraktivitas di dalamnya.
“Bandara merupakan ruang publik yang mempertemukan berbagai pihak dengan aktivitas yang beragam. Karena itu, aspek kesehatan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan bandara yang sehat dan nyaman,” ujar Ruly.
Melalui HEART, lanjutnya, pengguna jasa dan stakeholder dapat memperoleh akses layanan kesehatan secara langsung selama berada di kawasan bandara.
“Kami berharap dapat memberikan kemudahan bagi pengguna jasa serta stakeholders untuk memperoleh akses layanan kesehatan secara langsung selama berada di bandara. Kami mengapresiasi Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam kegiatan ini, dan berharap sinergi serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” katanya.
Koordinator Tim Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar, dr. Ridha Ilahi, mengatakan HEART memberikan manfaat bagi berbagai pihak yang beraktivitas di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Menurutnya, tingginya aktivitas dan banyaknya stakeholder di kawasan bandara membuat aspek kesehatan perlu menjadi perhatian bersama.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi lintas sektor yang ada di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, termasuk para pengguna jasa. Di bandara terdapat banyak stakeholder yang bekerja dan beraktivitas setiap hari, sehingga kami berharap seluruh pihak dapat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis ini sebaik-baiknya,” ujar Ridha.
Ia berharap kolaborasi antara Angkasa Pura Indonesia dan Forum Bandara Sehat dapat terus diperkuat untuk mendukung terwujudnya lingkungan bandara yang sehat.
Selain menyediakan layanan kesehatan, HEART menjadi ruang edukasi dan interaksi antara tenaga kesehatan, komunitas bandara, stakeholder, dan pengguna jasa. Penempatan layanan di area terminal juga memberikan kemudahan bagi penumpang untuk melakukan pemeriksaan tanpa harus meninggalkan aktivitas mereka di bandara.
Salah satu pengguna jasa, Hafni, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai layanan kesehatan yang hadir di area bandara memberikan kemudahan karena dapat dimanfaatkan sambil menunggu jadwal penerbangan.
“Kegiatan Cek Kesehatan Gratis di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sangat menarik dan bermanfaat. Saya bisa melakukan pemeriksaan kesehatan sambil menunggu jadwal penerbangan, jadi menurut saya ini sangat membantu dan praktis,” ujar Hafni.
Apresiasi juga datang dari stakeholder yang mengikuti kegiatan. Ia menilai pelayanan yang diberikan berjalan dengan baik dan didukung petugas yang ramah.
“Kegiatan ini sangat bagus, pelayanannya juga ramah dan baik. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan bahkan diadopsi di bandara-bandara lainnya sebagai bagian dari upaya mendukung terciptanya lingkungan bandara yang sehat,” katanya.
Pelaksanaan HEART memperkuat komitmen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dalam mendukung terwujudnya Bandara Sehat melalui penguatan upaya promotif dan preventif.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai layanan kesehatan sesaat, tetapi berkembang menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun kesadaran dan budaya hidup sehat di antara seluruh komunitas bandara.
Melalui kolaborasi dengan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar dan Forum Bandara Sehat, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai inisiatif yang mendukung kesehatan dan kenyamanan pengguna jasa maupun stakeholder.
Penguatan sinergi lintas sektor diharapkan dapat semakin mendorong terwujudnya lingkungan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar