GMTD Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Tabung Karya Vol. 4, Bekali Komunitas Orang Tua Anak Down Syndrome Keterampilan Bernilai Ekonomi

Mardianto
30 Jun 2026 15:30
4 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar – PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk. (GMTD), bagian dari Lippoland, kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Melalui program Tabung Karya (Tanjung Bunga Berkarya) Vol. 4 bertema “Merangkai Kreativitas, Mencipta Nilai”, GMTD memberikan pelatihan keterampilan kepada para ibu yang tergabung dalam Komunitas Orang Tua Anak Down Syndrome (KOADS), termasuk anggota Sahabat IWAPI, sebagai upaya mendorong lahirnya peluang ekonomi berbasis kreativitas.

Kegiatan yang berlangsung di Madrid Hall, Akkarena, Makassar, Selasa (30/6/2026), diikuti sebanyak 75 peserta. Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pendampingan dalam membuat berbagai kerajinan tangan berupa gantungan kunci dan gelang yang memiliki nilai estetika sekaligus berpotensi menjadi produk bernilai jual.

Program tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan GMTD dalam meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pengembangan keterampilan, kreativitas, dan kewirausahaan. Tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, perusahaan juga berupaya menghadirkan program yang mampu menciptakan dampak ekonomi jangka panjang bagi para penerima manfaat.

Pada penyelenggaraan Tabung Karya Vol. 4, GMTD menggandeng KOADS sebagai mitra pelaksanaan. Kolaborasi ini menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap keluarga yang memiliki anak dengan Down Syndrome, sekaligus memberikan ruang bagi para ibu untuk mengembangkan potensi diri melalui keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikembangkan menjadi usaha rumahan.

Untuk memastikan kualitas pelatihan berjalan optimal, GMTD menghadirkan Tangan Dia, komunitas yang berpengalaman di bidang kerajinan tangan (handmade craft), sebagai narasumber sekaligus fasilitator. Para peserta dibimbing mulai dari pengenalan berbagai jenis bahan, teknik dasar merangkai aksesori, pemilihan kombinasi warna, hingga menghasilkan produk yang menarik, rapi, dan memiliki nilai ekonomi.

Metode pelatihan yang interaktif membuat para peserta dapat mengikuti setiap tahapan dengan mudah. Mereka tidak hanya memperoleh materi teori, tetapi juga langsung mempraktikkan proses pembuatan gantungan kunci dan gelang hingga menghasilkan karya masing-masing. Suasana pelatihan pun berlangsung hangat, penuh semangat, dan dipenuhi antusiasme peserta yang aktif berdiskusi dengan para instruktur.

Chief Operating Officer GMTD, Jemmy Andreas Persang, mengatakan bahwa Tabung Karya merupakan salah satu program CSR yang dirancang untuk memberikan manfaat nyata sekaligus mendorong kemandirian masyarakat.

Menurutnya, kreativitas merupakan aset penting yang dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi apabila didukung dengan pengetahuan, keterampilan, dan pendampingan yang tepat.

“Melalui Tabung Karya, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga membuka peluang bagi peserta untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai tambah. Kami berharap keterampilan yang diperoleh hari ini dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga sekaligus mempererat kebersamaan di dalam komunitas,” ujarnya.

Jemmy menambahkan, GMTD percaya bahwa program CSR harus mampu memberikan dampak yang berkelanjutan. Karena itu, setiap kegiatan dirancang tidak hanya memberikan pengalaman belajar, tetapi juga mendorong lahirnya peluang usaha baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat akan semakin kuat ketika masyarakat memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk kreatif yang bernilai jual. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan tidak berhenti sebagai aktivitas sesaat, melainkan dapat berkembang menjadi usaha produktif yang memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.

Pelatihan ini juga menjadi wadah bagi para peserta untuk saling bertukar pengalaman, memperluas jejaring, serta memperkuat solidaritas antarsesama orang tua yang memiliki anak dengan Down Syndrome. Interaksi tersebut dinilai penting dalam membangun rasa percaya diri sekaligus memperkuat dukungan sosial di dalam komunitas.

Perwakilan KOADS, Andi Rahmatullah, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan GMTD melalui penyelenggaraan Tabung Karya Vol. 4. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki manfaat yang jauh lebih luas dibanding sekadar pelatihan keterampilan.

Ia menilai, selain memberikan pengetahuan baru, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi para ibu untuk berkumpul, belajar bersama, dan membangun optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, tidak hanya dalam melatih keterampilan, tetapi juga memberikan pengalaman sosial yang positif serta membuka peluang bagi kami para ibu untuk berkontribusi membantu ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Menurut Andi, keterampilan membuat produk kerajinan tangan dapat menjadi langkah awal bagi anggota komunitas untuk membangun usaha kecil berbasis rumah tangga. Dengan dukungan berbagai pihak, ia berharap semakin banyak program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kualitas hidup keluarga penyandang Down Syndrome.

Melalui Tabung Karya Vol. 4, GMTD menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program CSR yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Program ini sejalan dengan semangat keberlanjutan perusahaan melalui pilar Independen dalam kerangka “Lippo Untuk Indonesia PASTI”, yaitu Pintar, Asri, Sejahtera, Tangguh, dan Independen.

Melalui pilar tersebut, GMTD berupaya membangun masyarakat yang lebih mandiri, kreatif, produktif, dan berdaya saing. Perusahaan meyakini bahwa kolaborasi antara dunia usaha, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Ke depan, GMTD berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program sosial yang tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat di kawasan Tanjung Bunga, Kota Makassar, dan wilayah sekitarnya.

Dengan pendekatan pemberdayaan yang berkesinambungan, perusahaan berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas di Sulawesi Selatan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page