DP2 Makassar Petakan Lokasi Baru untuk Perluasan Urban Farming Terintegrasi

Mardianto
27 Jul 2026 19:02
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar terus memperluas pengembangan Urban Farming Terintegrasi dengan melakukan peninjauan calon lokasi di Kelurahan Kassi-Kassi, Kecamatan Rappocini, dan Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Senin (27/7/2026).

Peninjauan dipimpin langsung Kepala DP2 Kota Makassar, Aulia Arsyad, S.STP., M.Si., didampingi ketua RT/RW setempat serta jajaran terkait.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi lahan yang dapat dikembangkan menjadi kawasan Urban Farming Terintegrasi. Tim juga memastikan kesiapan lahan serta melihat dukungan masyarakat terhadap rencana pelaksanaan program.

Aulia mengatakan, pemilihan lokasi menjadi tahapan penting agar pengembangan Urban Farming dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kita turun langsung untuk melihat potensi dan kesiapan lokasi. Tidak hanya kondisi lahannya, tetapi juga bagaimana dukungan masyarakat dan pemerintah setempat. Ini penting supaya Urban Farming yang dikembangkan nantinya benar-benar bisa berjalan dan memberikan manfaat,” ujar Aulia.

Menurutnya, Urban Farming Terintegrasi tidak hanya berfokus pada kegiatan bercocok tanam, tetapi menggabungkan sejumlah sektor dalam satu ekosistem.

“Konsepnya kita integrasikan. Ada pertanian, peternakan, perikanan budidaya, budidaya maggot, sampai pengolahan sampah. Jadi setiap sektor bisa saling mendukung dan menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Konsep tersebut juga diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan perkotaan sekaligus mengurangi persoalan lingkungan, khususnya timbulan sampah organik.

Melalui budidaya maggot, misalnya, sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan, sementara hasil budidayanya dapat digunakan untuk mendukung sektor peternakan dan perikanan.

Aulia menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan pengembangan Urban Farming di setiap wilayah.

“Kita ingin masyarakat bukan hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut terlibat sejak awal. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, kita harapkan kawasan Urban Farming ini bisa terus berkembang dan berkelanjutan,” tuturnya.

Peninjauan di Kassi-Kassi dan Paropo menjadi bagian dari upaya DP2 Makassar memperluas kawasan Urban Farming Terintegrasi di berbagai wilayah.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan perkotaan, mengurangi timbulan sampah organik, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Makassar Mulia.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x