

Pelepasan mahasiswa sekaligus penandatanganan Implementation Arrangement (IA) bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dari enam kecamatan berlangsung di Aula FPRLT Unibos, Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerja sama melalui Memorandum of Agreement (MoA) antara FPRLT Unibos dan TP PKK Kota Makassar.
Enam kelurahan yang menjadi lokasi pendampingan adalah Parang Tambung di Kecamatan Tamalate, Pandang di Kecamatan Panakkukang, Bara Baraya Utara di Kecamatan Makassar, Kalukuang di Kecamatan Tallo, Bonto Makkio di Kecamatan Rappocini, serta Ujung Tanah di Kecamatan Ujung Tanah. Seluruh wilayah tersebut merupakan pemenang lomba Kebun Aku Hatinya PKK 2026.
Dekan FPRLT Unibos, Dr. Amiruddin, S.P., M.P., mengatakan keterlibatan mahasiswa menjadi bentuk implementasi langsung kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat. Menurutnya, ilmu yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah perlu diterapkan untuk menjawab kebutuhan di lapangan.
“Kerja sama ini jangan hanya berhenti pada penandatanganan dokumen. Kami ingin mahasiswa hadir langsung di tengah masyarakat, menerapkan ilmu yang dimiliki, sekaligus membantu mengembangkan potensi kebun PKK di masing-masing wilayah,” ujarnya.
Dalam pendampingan tersebut, mahasiswa akan mengembangkan sejumlah kegiatan sesuai potensi dan kebutuhan wilayah. Di antaranya penerapan sistem hidroponik, budidaya ayam puyuh dan ayam petelur, pembuatan kolam ikan lele, hingga budidaya mangrove.
FPRLT Unibos juga menyiapkan pelatihan pembuatan pakan berbasis limbah yang akan melibatkan dosen dengan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di bidang terkait. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung kegiatan budidaya masyarakat.
Perwakilan TP PKK, Erika, menjelaskan bahwa Kebun Aku Hatinya PKK tidak sekadar diarahkan sebagai ruang penghijauan, tetapi juga menjadi sumber pangan dan sarana pemberdayaan keluarga.
“Melalui Kebun Aku Hatinya PKK, masyarakat didorong memanfaatkan pekarangan agar lebih produktif. Kebun ini bisa menjadi sumber pangan keluarga, tempat edukasi, sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Pengembangan kebun mencakup berbagai komoditas, mulai dari tanaman kebutuhan sehari-hari atau warung hidup, tanaman pangan atau lumbung hidup, tanaman obat keluarga (TOGA), tanaman lokal, hingga tanaman buah seperti mangga dan rambutan. Pengelolaan juga dapat dilengkapi peternakan dan perikanan skala kecil.
Selain budidaya, program ini turut mendorong penggunaan teknologi tepat guna, seperti biopori, komposter, eco-enzyme, dan ecobrick. Pengembangan rumah pangan serta dapur Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) juga menjadi bagian dari konsep Kebun Aku Hatinya PKK.
Sementara itu, Sekretaris Universitas Bosowa, Prof. Dr. Ir. Hadijah Mahyuddin, M.Si., menyoroti rencana pendistribusian sejumlah jenis tanaman untuk dikembangkan di wilayah kecamatan. Pelaksanaannya akan melibatkan mahasiswa bersama anggota PKK setempat.
FPRLT Unibos juga menyiapkan evaluasi terhadap hasil pendampingan mahasiswa. Kelompok mahasiswa yang terlibat direncanakan mengikuti kompetisi berdasarkan hasil kegiatan dan kontribusi mereka di lapangan. Fakultas turut menyiapkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktik, tetapi juga belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan menyelesaikan persoalan berdasarkan kondisi masyarakat. Di sisi lain, TP PKK mendapat dukungan keilmuan dan teknologi untuk mengembangkan kebun produktif di wilayah masing-masing.
Kolaborasi tersebut diharapkan membuat Kebun Aku Hatinya PKK lebih produktif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat pemanfaatan pekarangan sebagai salah satu sumber ketahanan pangan keluarga.


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar