

Kabareditorial.com, Makassar — Guru Besar Ekonomi Universitas Hasanuddin, Prof. Abdul Hamid Paddu, menilai pertumbuhan bisnis emas PT Pegadaian Kanwil VI Makassar menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat dalam memilih instrumen investasi aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menurutnya, situasi ekonomi dunia yang dipengaruhi gejolak geopolitik, tekanan inflasi, hingga ketidakpastian suku bunga global membuat masyarakat cenderung mengalihkan asetnya ke instrumen yang lebih stabil seperti emas.
“Di tengah ketidakpastian ekonomi global, masyarakat cenderung mencari instrumen investasi yang lebih stabil. Emas menjadi pilihan rasional karena nilainya relatif terjaga dibanding instrumen lain yang lebih rentan terhadap gejolak pasar,” ujarnya.
Guru besar ekonomi itu menyebut tren peningkatan investasi emas juga menandakan literasi keuangan masyarakat mulai berkembang, khususnya dalam memahami pentingnya perlindungan aset jangka panjang.
Ia menilai Pegadaian berhasil memanfaatkan momentum tersebut dengan menghadirkan produk investasi emas yang mudah dijangkau masyarakat luas.
“Pegadaian berhasil membuat investasi emas lebih mudah diakses masyarakat. Ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga bagian dari peningkatan inklusi dan literasi keuangan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, PT Pegadaian Kantor Wilayah VI Makassar mencatatkan total omzet sebesar Rp20,19 triliun sepanjang Januari hingga April 2026.
Kinerja tersebut ditopang kuat oleh pertumbuhan bisnis pembiayaan dan investasi berbasis emas di wilayah kerja Pegadaian Kanwil VI yang meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VI Makassar, Pratikno, mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap emas membuat produk investasi berbasis logam mulia terus mengalami pertumbuhan signifikan sepanjang tahun ini.
“Capaian omzet Rp20,19 triliun per April 2026 ini menunjukkan bahwa Pegadaian semakin relevan di mata masyarakat, baik sebagai penyedia solusi pembiayaan maupun sebagai mitra investasi emas yang terpercaya,” ujar Pratikno, Kamis (21/5/2026).
Hingga April 2026, produk tabungan emas Pegadaian tercatat memiliki 412.181 rekening aktif dengan total saldo mencapai 938.413 gram emas.
Sementara produk cicil emas membukukan omzet hingga Rp936,96 miliar. Adapun deposito emas mencatatkan 8.816 rekening dengan total gramasi mencapai 117.074 gram emas.
Selain bisnis emas, Pegadaian juga memperkuat transformasi digital melalui aplikasi Tring! yang kini telah digunakan oleh 389.831 pengguna.
Menurut Pratikno, penguatan layanan digital dilakukan untuk memperluas akses layanan keuangan dan investasi kepada masyarakat, terutama generasi muda.
“Kami melihat masyarakat semakin sadar pentingnya investasi jangka panjang dan perlindungan aset. Karena itu Pegadaian terus menghadirkan layanan investasi emas yang mudah, aman, dan terjangkau,” katanya.
Pegadaian optimistis tren investasi emas masih akan terus tumbuh sepanjang 2026 seiring tingginya ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap instrumen safe haven.


Tidak ada komentar