Abdidaya Ormawa 2026 Resmi Ditutup, Rektor UMI Dorong Mahasiswa dan Pemerintah Perluas Inovasi

Mardianto
25 Okt 2026 00:43
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. Hambali Thalib menegaskan inovasi mahasiswa dalam Abdidaya Ormawa 2026 tidak boleh berhenti setelah kompetisi berakhir.

Mahasiswa dan pemerintah didorong berkolaborasi agar program pemberdayaan yang terbukti berhasil dapat diterapkan di daerah lain dan terus memberi manfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Hambali saat malam penutupan Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 di Makassar, Sabtu (24/10/2026) malam. UMI menjadi tuan rumah ajang nasional yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026.

“Abdidaya Ormawa 2026 diikuti 120 tim dari 60 perguruan tinggi dengan sekitar 1.900 mahasiswa. Ajang ini memberikan 171 penghargaan dalam 45 kategori, sebagai apresiasi terhadap berbagai unsur yang terlibat dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat,” papar Prof. Hambali.

Dalam sambutannya, Hambali menekankan pentingnya membangun jejaring agar karya terbaik mahasiswa dapat direplikasi, bukan hanya menjadi kebanggaan kampus atau pemenang kompetisi.

“Bagaimana jika karya terbaik mahasiswa kita hubungkan dalam jejaring solusi Abdidaya Indonesia? Inovasi yang terbukti berhasil kita ukur manfaatnya, kita dokumentasikan, lalu kita bantu diterapkan di daerah lain,” ujar Hambali.

Menurutnya, keberlanjutan program pengabdian membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. Mahasiswa dapat menghasilkan gagasan serta solusi berdasarkan persoalan di lapangan, tetapi dukungan pemerintah diperlukan agar inovasi tersebut dapat diperluas dan diterapkan secara berkelanjutan.

Hambali mengingatkan agar keberhasilan pengabdian tidak semata-mata diukur dari selesainya kegiatan atau terserapnya anggaran. Dampak program harus tetap dirasakan masyarakat meskipun masa pelaksanaan dan pendanaan telah berakhir.

“Jangan sampai program pengabdian selesai ketika anggaran habis, sementara persoalan masyarakat masih tinggal di tempat yang sama,” tegasnya.

Ia merangkum semangat kolaborasi itu dalam tiga peran yang saling melengkapi.

“Mahasiswa menemukan solusi, pemerintah memperluas manfaatnya, dan masyarakat menjaga keberlanjutannya,” katanya.

UMI Jadi Tuan Rumah Ajang Nasional

Pada kesempatan itu, Hambali menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas kepercayaan yang diberikan kepada UMI untuk menjadi tuan rumah Abdidaya Ormawa 2026.

Bagi UMI, penyelenggaraan kegiatan nasional tersebut bukan hanya kehormatan, melainkan juga kesempatan untuk belajar, memperkuat kolaborasi, dan berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan tinggi Indonesia.

“Universitas Muslim Indonesia tidak hanya ingin diberi kepercayaan. Tetapi UMI ingin terus belajar menjadi perguruan tinggi yang layak dipercaya,” ujarnya.

Ia menegaskan UMI siap menerima amanah dan bekerja bersama berbagai pihak untuk memperkuat pendidikan tinggi serta memperluas dampak pengabdian mahasiswa.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x