Unibos Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi Institusi, Empat Asesor BAN-PT Kaji Mutu dan Tata Kelola

Mardianto
20 Sep 2026 00:24
5 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Universitas Bosowa (Unibos) memasuki tahapan penting dalam proses Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (APT) melalui Asesmen Lapangan Akreditasi Institusi Universitas Bosowa yang berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu, 18–19 September 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Lantai 8 Gedung 1 Universitas Bosowa tersebut dilaksanakan secara hybrid, dengan melibatkan jajaran pimpinan, direktorat, departemen, serta unit terkait di lingkungan Universitas Bosowa secara langsung dan daring melalui platform Zoom.

Proses asesmen menghadirkan empat asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), yakni Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Hj. Mella Ismelina Farma Rahayu, S.H., M.Hum. dari Universitas Tarumanagara (UNTAR) Jakarta, Dr. Siti Komariyah, S.E., M.Si. dari Universitas Jember (UNEJ), serta Prof. Dr. Tri Kuntoro Priyambodo, M.Sc. dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Keempat asesor tersebut memiliki latar kepakaran pada bidang pendidikan, hukum, ekonomi, serta sistem komputer dan jaringan. Dalam pelaksanaan asesmen, Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. bertindak sebagai Asesor Anchor yang memberikan arahan terkait sistematika dan alur pelaksanaan asesmen lapangan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan asesmen, pengenalan panel asesor, serta pembacaan dan penandatanganan Pernyataan Asesmen Lapangan.

Rektor Universitas Bosowa, Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan kesiapan Universitas Bosowa untuk mengikuti seluruh rangkaian asesmen dengan memberikan informasi dan data yang diperlukan secara terbuka.

“Universitas Bosowa siap memberikan yang terbaik selama proses asesmen lapangan ini. Kami berharap seluruh rangkaian dapat berjalan dengan baik dan menjadi bagian penting dalam melihat serta memperkuat kualitas institusi Universitas Bosowa,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. selaku Asesor Anchor memberikan penjelasan mengenai sistematika dan flow asesmen yang akan berlangsung selama dua hari. Arahan tersebut menjadi bagian awal dalam menyamakan pemahaman mengenai tahapan, mekanisme, serta agenda yang akan dijalankan selama proses asesmen.

Arahan dan sambutan turut disampaikan oleh Dr. Ifa Safira, S.Pd., M.Pd., selaku Direktur Direktorat Akreditasi dan Pemeringkatan Universitas Bosowa. Ia mengarahkan koordinasi internal agar seluruh unsur yang terlibat dapat mendukung proses asesmen secara optimal.

Memasuki agenda utama, panel asesor melakukan konfirmasi terhadap berbagai aspek strategis penyelenggaraan dan pengembangan Universitas Bosowa.

Aspek yang dikaji meliputi kebijakan makro pengembangan institusi, sistem tata pamong, sistem pengelolaan, capaian institusi yang dilaporkan, serta rencana pengembangan perguruan tinggi.

Proses asesmen juga mencakup konfirmasi terhadap pelaksanaan, hasil, dan efektivitas Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang meliputi seluruh siklus PPEPP—Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan.

Panel asesor turut melakukan pengecekan terhadap berbagai dokumen pendukung mutu, mulai dari standar, manual, instrumen atau tools, laporan berkala, hingga bukti tindak lanjut hasil SPMI.

Selain itu, dilakukan konfirmasi terhadap data Laporan Kinerja Perguruan Tinggi (LKPT) final yang menjadi dasar penilaian pada butir-butir kuantitatif, serta data dan informasi yang termuat dalam Laporan Evaluasi Diri (LED) atau Buku III.

Rangkaian tersebut menjadi bagian penting untuk melihat keterhubungan antara kebijakan institusi, dokumen yang dilaporkan, pelaksanaan di lapangan, hasil evaluasi, serta tindak lanjut yang dilakukan oleh Universitas Bosowa.

Asesmen kemudian berlanjut pada konfirmasi aspek yang berkaitan dengan pelaksanaan pengelolaan perguruan tinggi pada berbagai area fungsional, termasuk program akademik dan tridharma perguruan tinggi, serta pengelolaan sumber daya yang meliputi SDM, keuangan, aset dan fasilitas, hingga sistem informasi.

Untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif, panel asesor juga melakukan wawancara dengan berbagai pemangku kepentingan Universitas Bosowa.

Wawancara dilakukan bersama alumni dan pengguna lulusan, dosen dan tenaga kependidikan, serta unsur layanan kemahasiswaan dan penyiapan mahasiswa baru.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut memberikan ruang bagi panel asesor untuk memperoleh perspektif langsung mengenai penyelenggaraan pendidikan, layanan akademik dan nonakademik, pengalaman mahasiswa, relevansi lulusan, hingga hubungan institusi dengan pemangku kepentingannya.

Tidak berhenti pada data dan wawancara, proses asesmen juga mencakup live report fasilitas yang tersedia di lingkungan Universitas Bosowa.

Panel melakukan peninjauan terhadap berbagai fasilitas pendukung, antara lain layanan khusus bagi penyandang disabilitas, perpustakaan, laboratorium, fasilitas kesehatan, K3, ruang pengelola, ruang dosen, ruang layanan administratif, ruang kelas, ruang UKM, Satgas PPKPT, serta prasarana dan sarana olahraga.

Rangkaian tersebut memperlihatkan cakupan asesmen yang menyentuh berbagai lapisan penyelenggaraan perguruan tinggi, mulai dari kebijakan dan tata kelola hingga implementasi layanan serta fasilitas yang secara langsung mendukung aktivitas sivitas akademika.

Selama dua hari pelaksanaan, seluruh rangkaian asesmen didukung oleh jajaran pimpinan Universitas Bosowa. Hadir dalam proses tersebut Rektor Universitas Bosowa Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si.; Wakil Rektor I Bidang Akademik, Riset, Inovasi, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Sistem Informasi Dr. Sutia Budi, S.Pi., M.Si.; Wakil Rektor II Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Sumber Daya Dr. Muh. Kafrawi Yunus, S.E., M.M.; Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerja Sama, dan Pengembangan Usaha Prof. Dr. H. Nasrullah, S.T., M.T.; serta Sekretaris Universitas Prof. Dr. Ir. Hadijah Mahyuddin, M.Si.

Turut hadir jajaran direktur direktorat, kepala seksi, kepala departemen, serta unsur terkait lainnya di lingkungan Universitas Bosowa yang terlibat dalam mendukung kelancaran proses asesmen.

Memasuki tahap akhir hari pertama, panel asesor melakukan penyiapan draft berita acara dan rekomendasi hasil akreditasi. Pada hari kedua, rangkaian dilanjutkan dengan penyampaian berita acara kepada pimpinan perguruan tinggi, pengecekan berita acara asesmen lapangan oleh pimpinan Universitas Bosowa, penandatanganan Berita Acara Asesmen Lapangan, serta penyampaian rekomendasi hasil akreditasi kepada perguruan tinggi.

Bagi Universitas Bosowa, Asesmen Lapangan ini bukan sekadar pemenuhan aspek legalitas formal, melainkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh agar penyelenggaraan perguruan tinggi ke depan mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi institusi, mahasiswa, industri, maupun masyarakat.

Proses ini sekaligus menjadi bagian dari perjalanan transformasi budaya mutu di Universitas Bosowa, sehingga peningkatan kualitas tidak berhenti pada pemenuhan standar, tetapi terus berkembang menjadi praktik kelembagaan yang mampu menghasilkan dampak dan perbaikan secara berkelanjutan.

Melalui asesmen ini, Universitas Bosowa tidak hanya membuka data, dokumen, tata kelola, capaian, dan fasilitas institusi untuk dikaji, tetapi juga menjadikan proses tersebut sebagai ruang refleksi untuk memperkuat arah pengembangan perguruan tinggi di masa mendatang.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x