

Kabareditorial.com, Polman — Dinas Sosial Kabupaten Polewali Mandar mulai mempersiapkan pembentukan rumah singgah bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Sebagai langkah awal, Dinas Sosial melakukan survei terhadap gedung UPTD LBK yang berada di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Madatte, Polewali.
Rumah singgah tersebut direncanakan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelayanan sosial, tetapi juga menjadi tempat penampungan sementara bagi warga yang membutuhkan perlindungan dan penanganan sosial, seperti orang terlantar, korban kekerasan, hingga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Polewali Mandar, Andi Sumarni, yang turun langsung melakukan survei, mengatakan keberadaan rumah singgah dinilai sangat mendesak untuk mendukung pelayanan sosial yang lebih optimal di daerah.
Menurutnya, meningkatnya penanganan kasus sosial, termasuk orang terlantar dan ODGJ yang ditemukan di jalanan, membutuhkan fasilitas khusus sebagai tempat asesmen dan penanganan sementara sebelum dirujuk ke layanan yang lebih sesuai.
“Gedung UPTD LBK yang saat ini tidak difungsikan rencananya akan dijadikan rumah singgah bagi warga yang membutuhkan pelayanan sosial. Di tempat ini nantinya dapat dilakukan asesmen terhadap korban kekerasan seksual, orang terlantar, maupun ODGJ yang membutuhkan penanganan sementara,” kata Andi Sumarni.
Ia menjelaskan, selama ini penanganan ODGJ kerap menghadapi kendala karena keterbatasan ruang perawatan di rumah sakit jiwa. Kehadiran rumah singgah diharapkan dapat menjadi solusi sementara sebelum pasien mendapatkan layanan lanjutan.
“Sering kali ruang perawatan penuh sehingga diperlukan tempat transit atau penampungan sementara. Rumah singgah ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Berdasarkan hasil survei lapangan, kondisi bangunan dan lingkungan UPTD LBK dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai rumah singgah. Namun, sejumlah fasilitas dan sarana pendukung masih perlu diperbaiki agar memenuhi standar pelayanan yang layak bagi penerima manfaat.
Karena itu, Dinas Sosial berharap adanya dukungan anggaran untuk rehabilitasi bangunan dan penyediaan fasilitas pendukung lainnya.
Andi Sumarni menilai keberadaan rumah singgah menjadi kebutuhan penting bagi Polewali Mandar, mengingat masih ditemukannya warga terlantar dan ODGJ yang berkeliaran di ruang publik sehingga berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
“Polewali Mandar memang membutuhkan rumah singgah. Selain untuk pelayanan sosial, fasilitas ini juga dapat membantu penanganan warga terlantar yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan. Mudah-mudahan anggaran perbaikan gedung dapat segera tersedia sehingga rumah singgah ini bisa difungsikan,” pungkasnya.
Jika terealisasi, rumah singgah tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas pelayanan sosial daerah sekaligus mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang sosial di Kabupaten Polewali Mandar.


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar