Pelindo Resmi Soft Launching NTAA Nipa, Perkuat Posisi Indonesia di Jalur Maritim Dunia

Mardianto
26 Mei 2026 18:39
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Batam — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo resmi melakukan soft operational launching Nipah Transfer Anchorage Area (NTAA) di Pelabuhan Feri Harbour Bay, Kepulauan Riau, sebagai langkah awal pengoperasian layanan kepelabuhanan strategis di Perairan Nipa.

Peluncuran operasional ini menjadi tindak lanjut atas pemberian izin konsesi oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia kepada Pelindo pada 6 Mei 2026 untuk penyediaan dan kegiatan pengusahaan kepelabuhanan di kawasan konsesi Perairan Nipa.

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar mengatakan, pengoperasian NTAA merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran Indonesia di jalur pelayaran internasional, khususnya kawasan Selat Malaka yang dikenal sebagai salah satu jalur perdagangan laut tersibuk di dunia.

“Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran utama dunia yang memiliki posisi sangat strategis dalam perdagangan global. Dengan lokasi geografis yang dimiliki Indonesia, sudah seharusnya kita mengambil peran yang lebih besar dalam ekosistem layanan maritim internasional, tidak hanya menjadi negara lintasan, tetapi juga menjadi penyedia layanan maritim yang kompetitif dan bernilai tambah,” ujar Achmad.

Selat Malaka sendiri menjadi jalur penting yang menghubungkan Samudra Hindia dan Laut China Selatan serta dilalui ribuan kapal internasional setiap tahunnya. Posisi strategis tersebut menjadikan kawasan ini berkembang sebagai pusat layanan maritim internasional, termasuk aktivitas alih muat antar kapal atau ship to ship transfer (STS).

Menurut Achmad, pengembangan layanan di Perairan Nipa menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing sektor maritim nasional sekaligus memperkuat posisi dalam rantai logistik dan perdagangan global.

“Pengembangan NTAA bukan sekadar pengembangan bisnis kepelabuhanan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai logistik dan perdagangan internasional. Kami berharap keberadaan layanan ini dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat konektivitas maritim nasional,” lanjutnya.

Dalam operasionalnya, NTAA akan menghadirkan berbagai layanan kepelabuhanan seperti layanan ship to ship transfer (STS), pelayanan kapal, hingga layanan floating storage. Pelindo juga akan mengembangkan fasilitas pendukung operasional sesuai standar keselamatan dan layanan internasional.

Achmad turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan dan seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung proses pengembangan NTAA hingga terlaksananya soft launching tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah serta seluruh stakeholder terkait. Ke depan, kami juga memohon dukungan dan kolaborasi seluruh pihak agar pengoperasian NTAA dapat berjalan dengan baik, aman, dan memberikan manfaat optimal bagi penguatan sektor maritim nasional,” tutupnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x