Patria Artha Jadi Inisiator Beasiswa Pendidikan untuk Putra Putri Daerah 3T di Kalimantan Utara

Mardianto
29 Mar 2026 18:56
3 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Universitas Patria Artha (UPA) melalui Yayasan Patria Artha (YPA) menegaskan posisinya sebagai salah satu inisiator program pendidikan bagi putra-putri dari wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Indonesia, khususnya dari Provinsi Kalimantan Utara.

Program beasiswa yang dijalankan Yayasan Patria Artha hingga kini berjalan lancar dan terus menunjukkan perkembangan positif sejak pertama kali dialokasikan untuk Kalimantan Utara pada Tahun Ajaran 2022/2023.

Wakil Pembantu Rektor III Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan Universitas Patria Artha, Asnefi Kamza, mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen nyata Yayasan Patria Artha dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda dari daerah yang memiliki keterbatasan pembangunan dan fasilitas pendidikan.

“Program beasiswa Yayasan Patria Artha untuk putra-putri Kalimantan Utara, khususnya dari daerah 3T, syukur alhamdulillah hingga saat ini berjalan dengan baik dan lancar tanpa kendala, baik dari pihak yayasan maupun dari Universitas Patria Artha,” ujarnya dalam wawancara via telpon, Minggu (29/03).

Hingga saat ini, jumlah mahasiswa penerima beasiswa dari empat kabupaten dan satu kota di Provinsi Kalimantan Utara telah mencapai 721 orang yang tersebar dalam empat angkatan, mulai dari Tahun Ajaran 2022/2023 hingga 2025/2026.

Total nilai beasiswa yang disalurkan mencapai Rp34.247.500.000, atau sekitar Rp8.561.875.000 setiap tahunnya.

Asnefi menegaskan bahwa seluruh pembiayaan program tersebut murni berasal dari Yayasan Patria Artha, yang didirikan oleh Bastian Lubis, tanpa membebani anggaran pemerintah daerah.

“Ini adalah komitmen langsung dari Yayasan Patria Artha milik Bapak Bastian Lubis untuk ikut mencerdaskan saudara-saudara kita di Kalimantan Utara, khususnya di wilayah 3T yang masih memiliki tantangan dalam pembangunan, infrastruktur, ekonomi, dan pendidikan,” jelasnya.

Ia menambahkan, program beasiswa Yayasan Patria Artha sebenarnya telah berjalan sejak tahun 2011, yang pada awalnya diperuntukkan bagi wilayah Sulawesi. Namun sejak Tahun Akademik 2022/2023, program ini diperluas secara khusus ke Provinsi Kalimantan Utara melalui nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

“Program ini juga penting untuk diketahui masyarakat karena tidak membebani satu sen pun anggaran dari APBD Kalimantan Utara. Semua pembiayaan berasal dari Yayasan Patria Artha,” katanya.

Menurutnya, hal tersebut bahkan sempat menjadi perhatian publik ketika dibahas dalam debat Pemilihan Gubernur Kalimantan Utara tahap kedua yang disiarkan Metro TV, sehingga masih diingat oleh masyarakat.

Ke depan, Universitas Patria Artha juga menargetkan lulusan pertama dari program ini mulai menyelesaikan studi pada pertengahan tahun 2027. Diperkirakan sekitar 215 mahasiswa angkatan pertama akan meraih gelar sarjana.

Para mahasiswa tersebut menempuh pendidikan di tiga fakultas, yakni Fakultas Ekonomi, Fakultas Kesehatan, serta Fakultas Teknik dan Informatika, dengan total delapan program studi, yang terdiri dari satu program Diploma III Kebidanan dan tujuh program studi Strata Satu (S1).

Selain ijazah akademik, para lulusan juga akan memperoleh sertifikat kompetensi koperasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai sertifikat pendamping ijazah.

“Aspek penting dari program ini bukan hanya memberikan akses kuliah, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kompetensi agar siap bersaing di dunia kerja, bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan ketika kembali ke daerahnya,” tutup Asnefi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x