Indosat Gandeng Kemnaker dan Wadhwani Foundation Perluas Pelatihan AI di 24 BLK

Mardianto
21 Mei 2026 17:22
3 menit membaca

Kabareditorial.com, Jakarta — Indosat Ooredoo Hutchison bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan Wadhwani Foundation menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait penguatan ekosistem ketenagakerjaan nasional melalui pelatihan kecerdasan artifisial (AI), keterampilan digital, dan kewirausahaan.

Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Jakarta pada 5 Mei 2026 dan menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pengembangan talenta digital di Indonesia.

Melalui kolaborasi ini, pelatihan AI dan keterampilan digital akan diperluas ke 24 Balai Latihan Kerja (BLK) milik Kemnaker RI melalui integrasi platform JobReady dan Genie AI milik Wadhwani Foundation ke dalam ekosistem SIAPKerja.

Integrasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapan kerja peserta melalui pembelajaran berbasis AI, career guidance yang lebih personal, serta modul pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri terkini.

Selain mendukung pencari kerja, program ini juga diarahkan untuk memperkuat pengembangan kewirausahaan digital sebagai bagian dari komitmen Indosat dan Wadhwani Foundation dalam memberdayakan satu juta talenta digital dan 100 ribu wirausahawan Indonesia.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, mengatakan dunia kerja saat ini mengalami transformasi besar akibat perkembangan teknologi dan digitalisasi.

“Kesepahaman bersama ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional melalui pendekatan yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis teknologi,” ujarnya.

Sementara itu, President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong demokratisasi AI di Indonesia.

“AI bukan hanya tentang inovasi, tetapi tentang bagaimana teknologi dapat membuka lebih banyak peluang, menghadirkan pengalaman yang lebih relevan, dan menciptakan manfaat nyata bagi pelanggan serta generasi muda Indonesia,” katanya.

President Wadhwani Entrepreneurship, Meetul B. Patel, menambahkan bahwa kurikulum pelatihan dirancang agar sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

“Keterampilan yang dilatih adalah keterampilan yang benar-benar dicari dunia industri saat ini, bukan tren kemarin,” ujarnya.

Dalam implementasinya, Kemnaker RI akan mendukung melalui kebijakan dan pemanfaatan jaringan 24 BLK, sementara Wadhwani Foundation menyediakan kurikulum, Learning Management System (LMS), serta platform AI JobReady dan Genie AI.

Di sisi lain, Indosat mendukung melalui penyediaan konektivitas, ekosistem teknologi, pengembangan kapasitas digital, serta inkubasi bisnis bagi Tenaga Kerja Mandiri (TKM).

Kolaborasi ini juga telah diimplementasikan melalui Workshop Kewirausahaan berbasis AI yang digelar secara daring pada 10 hingga 14 Mei 2026.

Sebanyak 8.744 peserta dari lebih dari 20 daerah di Indonesia mengikuti pelatihan tersebut dan menghasilkan lebih dari 1.200 ide usaha baru yang berpotensi dikembangkan menjadi bisnis berkelanjutan.

Dari program tersebut diproyeksikan akan tercipta sekitar 3.000 hingga 5.000 lapangan kerja baru dalam beberapa tahun mendatang.

Peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan akan memperoleh sertifikat kolaboratif dari Kemnaker RI, Indosat Ooredoo Hutchison, dan Wadhwani Foundation yang diakui secara nasional maupun global.

Program pelatihan ini juga ditujukan bagi pegawai Kemnaker RI guna memperkuat kapasitas internal menghadapi transformasi dunia kerja berbasis digital dan AI.

Kerja sama tersebut berlaku hingga tahun 2029 dan akan dievaluasi secara berkala setiap enam bulan melalui pendekatan berbasis data.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x