

Kabareditorial.com, Makassar — Kantor Wilayah VI Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Makassar melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Terong Makassar, Senin (9/3), untuk memantau pergerakan harga bahan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan, seperti daging ayam, telur, dan cabai. Meski demikian, kenaikan tersebut dinilai masih relatif kecil dan belum mengganggu stabilitas harga di pasar.
Plt. Kepala Kantor Wilayah VI KPPU Makassar, Hasiholan Pasaribu, mengatakan sidak dilakukan untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar maupun gangguan distribusi komoditas pangan.
“Kami melakukan pemantauan untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang Idul Fitri. Dari hasil pengecekan di lapangan, memang ada kenaikan pada beberapa komoditas seperti daging ayam, telur, dan cabai, tetapi kenaikannya masih relatif kecil,” kata Hasiholan.
Ia menjelaskan, kenaikan harga tersebut berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram dan secara persentase tidak lebih dari dua persen.
Menurutnya, kenaikan harga cabai diduga dipengaruhi oleh faktor cuaca yang berdampak pada produksi dan pasokan di tingkat petani.
“Untuk cabai, faktor cuaca cukup mempengaruhi pasokan sehingga berdampak pada harga di pasar,” ujarnya.
KPPU juga mencermati kemungkinan pengaruh program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap permintaan beberapa komoditas, terutama telur dan daging ayam.
Berdasarkan informasi dari pedagang di pasar, program tersebut turut meningkatkan permintaan, meski pasokan masih dinilai mencukupi.
“Pedagang menyampaikan bahwa permintaan terhadap telur dan ayam sedikit meningkat, tetapi pasokan sejauh ini masih aman,” jelas Hasiholan.
KPPU menegaskan akan terus melakukan pemantauan terhadap distribusi dan perdagangan komoditas pangan untuk mencegah praktik penahanan pasokan atau permainan harga oleh pelaku usaha.
“Kami melakukan monitoring agar tidak ada pelaku usaha yang menahan pasokan atau menghambat distribusi. Jika ditemukan indikasi pelanggaran dalam proses niaga, kami akan memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Karmila Hasmin Marunta, memastikan stok beras di wilayah Sulsel dan Sulbar dalam kondisi aman.
“Untuk saat ini stok beras Bulog mencapai sekitar 526 ribu ton. Kami bersama KPPU, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah terus memantau harga beras medium dan premium serta minyak goreng di pasar,” ujar Karmila.
Ia menambahkan, sejak awal Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, harga beras dan minyak goreng di pasar masih terpantau stabil.
“Pasokan dan harga sejauh ini stabil. Kami bersama pemerintah daerah rutin melakukan pemantauan harga di pasar-pasar di Makassar dan kondisinya masih terkendali,” katanya.


Tidak ada komentar