SMAS Islam Athirah Hadirkan 22 Praktisi untuk Perkenalkan Dunia Kerja kepada Siswa

Mardianto
17 Nov 2025 10:56
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar – SMAS Islam Athirah menghadirkan 22 praktisi profesional dari berbagai bidang untuk berbagi pengalaman langsung kepada peserta didik kelas X hingga XII pada Senin (17/11/2025). Para praktisi masuk ke ruang kelas dan memaparkan realitas dunia kerja, termasuk tantangan profesi, dinamika industri, serta keterampilan yang dibutuhkan untuk bersaing di masa depan.

Para narasumber berasal dari beragam sektor seperti pendidikan, kesehatan, bisnis, hukum, arsitektur, kepolisian, hingga wirausaha. Mereka adalah Novita Munassar, Nasrudin Andi Mappaware, Nurul Azizah Makbul, Yusri Asri, Jumadi Sahabuddin, Jinan Talitha, Dewy Meliyana, Mekar Liza Ramadhina, Ratu Noorita A., Andi Nurul Qalbi Kasmat, Nurni Farahyanti, Fadel Muhammad Tauphan Ansar, Putri Nurdin Abdullah, Sabariah, Chanifah Trian Maulita Arifin, Ainan Raena Nas, Kasmaningsih Kasim, Andi Fatimah, Hasnawaty, Bayu Nugraha, Laode Syarin Irianto, dan Firdaus Yusuf.

Kepala SMAS Islam Athirah, Tawakkal Kahar, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi ruang penting bagi siswa untuk memahami karier secara lebih realistis.

“Kami ingin peserta didik tidak hanya membayangkan cita-cita, tetapi memahami realitas profesi. Dengan bertemu langsung para praktisi, mereka bisa lebih mantap menentukan langkah setelah lulus SMA,” ujarnya.

Dalam sesi berbagi, para narasumber menekankan pentingnya etika kerja, karakter, kemampuan beradaptasi, serta komitmen belajar sepanjang hayat. Mereka juga membagikan perjalanan karier masing-masing, termasuk kegagalan dan proses yang ditempuh hingga berhasil di profesi mereka saat ini, sehingga materi terasa relevan bagi siswa.

Salah satu narasumber yang juga alumni sekolah, Jinan Talitha, menilai antusiasme siswa sangat tinggi.

“Mereka kritis dan berani bertanya. Bukan hanya soal penghasilan, tetapi juga tantangan profesi dan bagaimana mempersiapkan diri sejak dini. Ini modal bagus untuk masa depan mereka,” katanya.

Interaksi berlangsung dinamis. Siswa aktif bertanya mengenai pilihan jurusan kuliah, peluang kerja, serta strategi memetakan karier. Di beberapa kelas, narasumber juga menampilkan studi kasus, simulasi singkat, hingga contoh karya profesional, membuat suasana belajar lebih aplikatif.

Pihak sekolah menyebut kegiatan ini akan dijadikan agenda rutin sebagai upaya memperkuat layanan bimbingan karier. Banyak siswa mengaku termotivasi setelah mendapatkan gambaran nyata tentang dunia kerja dari para praktisi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x