Unismuh Makassar Siapkan Kelas Bilingual di Semua Fakultas, Bahasa Inggris Bertahap hingga 70 Persen

Mardianto
29 Okt 2026 23:45
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar berencana membuka satu kelas bilingual di setiap fakultas sebagai langkah memperkuat internasionalisasi pendidikan.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan pimpinan universitas, wakil dekan bidang akademik, dan ketua program studi di Ruang Rapat Senat, Lantai 17 Menara Iqra, Kamis (29/10/2026).

Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Andi Sukri Syamsuri atau Prof Andis, mengatakan program tersebut akan dimulai dengan satu kelas percontohan di setiap fakultas.

“Program kerja tahun ini telah kita rancang bahwa ada kelas bilingual, tapi satu dulu per fakultas,” kata Prof Andis.

Menurutnya, kelas bilingual tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa, tetapi juga membuka peluang kolaborasi pembelajaran dengan perguruan tinggi luar negeri melalui skema team teaching atau pengajaran bersama dosen dari kampus mitra.

Wakil Rektor IV Unismuh, Dr. Burhanuddin, menegaskan internasionalisasi tidak cukup dengan menghadirkan program berlabel internasional. Kesiapan dosen, mahasiswa, pembiayaan, dan kualitas pembelajaran harus menjadi perhatian.

“Bukan semata-mata kebutuhan akreditasi, tetapi bagaimana membangun kualitas pembelajaran yang basisnya adalah penguatan bahasa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (LP2B) Unismuh, Prof. Sulfasyah, menjelaskan rancangan penggunaan bahasa Inggris dalam pembelajaran akan ditingkatkan secara bertahap.

Pada tahun pertama, porsinya dirancang 20–30 persen, meningkat menjadi 40–50 persen pada tahun kedua, dan 50–70 persen pada tahun ketiga.

“Kelas bilingual itu harus diposisikan sebagai jalur akademik yang terukur, jadi bukan sekadar untuk label promosi,” katanya.

Ia menegaskan, penguasaan materi keilmuan tetap menjadi prioritas. Bahasa Inggris berfungsi sebagai pendukung pembelajaran, bukan menggantikan substansi akademik.

Ketua Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional (LKUI), Dr. Maharida, menyebutkan Unismuh telah memiliki jejaring kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Malaysia, Filipina, Thailand, dan Taiwan.

Jejaring tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk menghadirkan dosen asing, kuliah tamu, pertukaran mahasiswa, hingga pembelajaran bersama.

Meski demikian, program ini masih membutuhkan kesiapan administratif dan kelembagaan. Salah satunya penerbitan surat keputusan sebagai dasar pelaksanaan kelas bilingual percontohan.

Unismuh berharap program tersebut dapat memperkuat kompetensi mahasiswa sekaligus memperluas keterlibatan kampus dalam kegiatan akademik internasional.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page