

Kabareditorial.com, Polewali Mandar — Gerbong mutasi kembali bergulir di lingkup Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar. Sebanyak 232 pejabat administrator, pengawas, dan pejabat fungsional mengalami pergeseran jabatan.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Polewali Mandar, Rabu (7/10/2026). Para pejabat yang dilantik diminta tidak menjadikan jabatan sekadar posisi, tetapi sebagai amanah yang harus dibuktikan melalui kinerja.
Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud menegaskan, jabatan yang diberikan kepada ratusan pejabat tersebut bukan sekadar kenaikan karier atau perpindahan tempat kerja.
“Jangan hanya dilihat sebagai sebuah posisi atau kenaikan jenjang karier. Jabatan itu adalah amanah,” tegas Samsul.
Ia meminta para pejabat baru menunjukkan kinerja yang dapat dirasakan langsung masyarakat. Menurutnya, pejabat tidak boleh hanya berada di belakang meja dan menunggu laporan bawahan.
“Yang paling utama bagaimana kita hari ini yang dilantik bukan hanya duduk-duduk di kantor, tetapi harus turun ke masyarakat, mendengarkan persoalan mereka dan selalu memberikan solusi,” ujarnya.
Samsul menilai tantangan pemerintahan semakin kompleks sehingga pejabat dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan dan kebutuhan masyarakat.
“Kalau para pejabat hari ini tidak bisa beradaptasi, maka saudara-saudara sekalian akan tertinggal. Bukan Pak Bupati yang akan meninggalkan saudara-saudara semua, tetapi kinerja yang akan meninggalkan saudara-saudara sekalian,” katanya.
Dalam pelantikan tersebut, Samsul menyampaikan empat pesan utama kepada 232 pejabat yang mendapat amanah baru.
Pertama, menjaga integritas. Menurutnya, jabatan dan tempat tugas dapat berubah, tetapi integritas harus tetap menjadi pegangan.
“Jabatan boleh berganti, tempat tugas boleh berganti, tetapi integritas jangan pernah berubah,” tegasnya.
Kedua, meningkatkan disiplin dan kinerja. Samsul meminta pejabat tidak sekadar hadir di kantor, tetapi memastikan kehadirannya membawa dampak terhadap penyelesaian persoalan masyarakat.
Ketiga, memperkuat komunikasi dan kolaborasi. Ia mengingatkan tidak ada organisasi perangkat daerah yang mampu menyelesaikan seluruh persoalan pemerintahan secara sendiri-sendiri.
“Tidak ada satu OPD pun yang bisa bekerja sendiri. Tidak ada perangkat daerah yang bisa menyelesaikan persoalan sendiri. Butuh kolaborasi, butuh kerja sama,” ujarnya.
Keempat, menjadi teladan. Khususnya bagi pejabat administrator dan pengawas, Samsul meminta agar kepemimpinan tidak berhenti pada pemberian instruksi.
Ia meminta para pejabat menunjukkan keteladanan melalui sikap, disiplin, dan kinerja.
“Jadilah pemimpin yang bisa menjadi contoh, bisa menjadi teladan. Saya berharap mampu menjadi atasan yang tidak hanya pandai memberi perintah, tetapi juga mampu memberikan contoh,” pungkasnya.
Mutasi tersebut diharapkan tidak sekadar mengubah struktur dan posisi birokrasi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kinerja pemerintahan dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat Polewali Mandar.


Tidak ada komentar